Dari Beirut Hingga London, Warga Dunia Segel Kedubes Mesir

Berbulan-bulan, penjajah Israel memblokade total Jalur Gaza dari bantuan kemanusiaan. Anak-anak dan perempuan menjadi korban paling rentan di tengah bencana kelaparan yang terus memburuk. Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi, diduga berkolusi dengan penjajah Israel dalam pengepungan brutal tersebut.

Masyarakat internasional tidak diam. Dari Beirut hingga London, ribuan orang turun ke jalan melakukan aksi besar-besaran di depan Kedutaan Besar Mesir di masing-masing negara. Tuntutan mereka satu: Buka perbatasan Rafah (di Mesir) sekarang!

Beirut

Puluhan demonstran – termasuk warga Palestina dari kamp pengungsian dan aktivis Lebanon – menggelar aksi di depan Kedutaan Besar Mesir di ibu kota Lebanon, Beirut. Mereka membawa spanduk yang mencantumkan tuntutan pembukaan Perbatasan Rafah dan penghentian pembantaian warga Gaza.

Turki

Pada Kamis (24/7/2025), para aktivis pro Palestina menggelar aksi protes besar di depan Konsulat Mesir di Istanbul. Mereka membawa spanduk dengan pesan keras:

“Kalau kalian tidak buka perbatasan... kami akan datang berjuta-juta!”

Di Ankara, ribuan orang mengikuti “Pawai Global Menuju Gaza”. Mereka membawa spanduk yang berisi pesan kecaman atas kolusi Mesir dalam genosida penjajah.

Ahed Tamimi, Singa Cilik Yang Menggit Penjajah
Meniti Jalan Menuju Mardhotillah

London

Di ibu kota Inggris, London, ratusan pengunjuk rasa berkumpul di depan Kedutaan Mesir. Mereka memrotes penutupan Perbatasan Rafah dan hambatan masuknya bantuan kemanusiaan. Gerbang kedutaan ditutup secara simbolik menggunakan tongkat logam, dan kufiyah Palestina digantung di pintu masuk sebagai bentuk perlawanan.

Indonesia

Ahad, (27/7/2025), ribuan orang dari Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina menggelar aksi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Massa juga melakukan long march mengelilingi area Car Free Day (CFD) Bundaran HI.

Kondisi Teranyar di Gaza

Laporan FAO akhir Juni 2025 menyebutkan, 100% penduduk Gaza (sekitar 2,2 juta jiwa) mengalami kerawanan pangan, dan 470.000 orang hidup dalam kelaparan ekstrem.

WHO menegaskan, lebih dari 100 anak telah meninggal dunia karena kelaparan dalam beberapa bulan terakhir, akibat runtuhnya sistem kesehatan dan kelangkaan pangan serta obat-obatan.

Badan Kontra Terorisme Belanda Tetapkan Israel Sebagai Ancaman Nasional
NCTV pada 27 Juli 2025 memasukkan penjajah Israel ke dalam daftar entitas yang mengancam keamanan nasional Belanda, karena berusaha memengaruhi opini publik dan proses pengambilan keputusan politik di Belanda melalui intimidasi dan penyebaran dokumen privasi.

Lembaga Médecins Sans Frontières (MSF) menyebut kelaparan sebagai senjata perang yang digunakan secara sengaja melalui penundaan bantuan, menyebabkan bencana kemanusiaan terburuk dalam sejarah modern.

(Diolah dari berbagai sumber)


Ketahui kisah epik perjuangan wanita Palestina dalam menjaga dan memperjuangkan tanah yang diberkahi Al Quds dalam ebook eksklusif Sabili.id berjudul “Kepahlawanan Perempuan Palestina untuk Perubahan Dunia”. 

Dapatkan ebook di link berikut : 

https://lynk.id/mediasabili/l5qd6dp9x94z