Gelar “ANSOR 2026”, RISKA Menteng Menjangkau Warga Hingga Ujung Gang

RISKA (Remaja Islam Masjid Raya Sunda Kelapa) Menteng menyelenggarakan kegiatan bertajuk “ANSOR (Anjangsana Sosial RISKA)” pada Ahad (8/3/2026), di Mushala Nur Hidayah, RW 08, Kelurahan Tugu Utara, Jakarta. Hujan yang mengguyur sejak subuh hingga menjelang siang di hari itu tak menyurutkan semangat panitia. Mushala yang berada di ujung sebuah gang permukiman padat itu pun tetap dipenuhi aktivitas warga, dengan rangkaian kegiatan yang sebagian berlangsung di dalam gang sempit di sekitar mushala.

Ketua Umum RISKA, Rizaldi Prasetyo, mengatakan, kegiatan itu diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga awal dari berjalannya berbagai program kebaikan yang terus berkembang di tengah masyarakat. Menurut dia, masjid dan mushala memiliki peran penting sebagai pusat kegiatan ibadah, pendidikan, serta kegiatan sosial umat.

Sementara itu, Ketua DKM Mushala Nur Hidayah, Muhammad Turo, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut di mushala yang ia pimpin. Ia berharap, kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, khususnya di bulan suci Ramadhan.

Di dalam kegiatan “ANSOR 2026”, RISKA menghadirkan berbagai program sosial dan edukatif bagi masyarakat. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan di antaranya adalah renovasi infrastruktur mushala, focus group discussion (FGD) bersama DKM, edukasi untuk anak-anak TPA, cek kesehatan gratis, serta pembagian bingkisan kepada warga.

Dokumentasi sesi diskusi

Pada sesi diskusi, RISKA berkolaborasi dengan Youth Islamic Study Club (YISC) Al-Azhar, Remaja dan Pemuda Islam Masjid Raya Bintaro Jaya (REMISYA), serta Asosiasi Remaja Masjid Istiqlal (ARMI), untuk mengadakan FGD bersama pengurus 10 DKM di wilayah DKI Jakarta. Diskusi tersebut membahas berbagai tantangan serta upaya penguatan peran remaja masjid di tengah masyarakat.

RISKA juga menggelar edukasi kesehatan gigi dan akhlak bagi anak-anak TPA Mushala Nur Hidayah. Di dalam kegiatan itu, anak-anak mendapatkan edukasi mengenai cara menggosok gigi yang benar yang disimulasikan langsung oleh dokter gigi. Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan mini games edukatif yang berisi materi tentang adab, akhlak, serta pengetahuan dasar Islam.

Edukasi tersebut mencakup cara menggosok gigi yang benar dan langsung disimulasikan oleh dokter gigi. Setelah itu anak-anak mengikuti mini games tentang adab, akhlak, dan pengetahuan dasar Islam,” ujar salah satu anggota panitia kegiatan, Shabrina.

ANSOR 2026 juga menghadirkan cek kesehatan gratis bagi masyarakat, yang berkolaborasi dengan Puskesmas Tugu Utara. Sasaran utamanya adalah masyarakat umum, khususnya lansia dan warga dengan riwayat penyakit tertentu. Pemeriksaan yang diberikan meliputi cek gula darah, kolesterol, serta tekanan darah.

Dokumentasi cek kesehatan gratis

Ketua DKM Mushala Nur Hidayah, Muhammad Turo, yang turut mengikuti pemeriksaan kesehatan, mengatakan, kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat. “Saya ikut cek darah, kolesterol, dan tekanan darah. Ternyata tekanan darah saya cukup tinggi, dan saya langsung diberi saran untuk mengurangi gorengan dan rokok,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Bendahara DKM Mushala Nur Hidayah, Eko Darti. Ia menilai, kegiatan cek kesehatan gratis sangat membantu masyarakat karena jarang diselenggarakan di lingkungan mereka. “Sangat membantu sekali, karena jarang ada kegiatan cek kesehatan gratis seperti ini. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan, mungkin beberapa bulan sekali,” katanya.

Sebagai penutup kegiatan, panitia membagikan 200 paket bingkisan kepada warga sekitar Mushala Nur Hidayah sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadhan. Melalui kegiatan ANSOR 2026, RISKA berharap dapat terus memperkuat peran masjid dan mushala sebagai pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan pembinaan umat di tengah masyarakat.