Hamas Serukan Aksi Massal di Tepi Barat
Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) menyerukan agar negara-negara Arab dan umat Islam segera mengambil tindakan untuk menghentikan agresi Israel terhadap Jalur Gaza. Di dalam pernyataan resmi mereka, Hamas juga mengajak rakyat Palestina di Tepi Barat untuk melakukan mobilisasi besar-besaran setelah shalat Subuh pada Jumat (21/3/2025), sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Gaza yang menghadapi genosida.
Hamas menyebutkan pula dalam pernyataannya itu bahwa Penjajah Israel terus melakukan pembantaian di Gaza. Aksi pembantaian itu sejak Selasa lalu telah menewaskan sekitar 600 warga Palestina. Mayoritas dari mereka yang tewas - dua per tiga - adalah perempuan dan anak-anak.
Pada Selasa (18/3/2025) Penjajah Israel kembali lancarkan serangan ke Jalur Gaza. Peristiwa itu telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas. Sebelumnya, pada 19 Januari 2025, kedua belah pihak telah sepakat untuk menghentikan serangan militer dan membangun kembali Gaza.
Kesepakatan gencatan senjata tersebut terdiri dari tiga tahapan. Fase pertama dijadwalkan akan berlangsung selama 40 hari dan akan berakhir pada Maret. Namun, Penjajah Israel terus mengulur-ngulur implementasi kesepakatan dan secara sepihak menambahkan poin kesepakatan baru - seperti biasa - sehingga fase kedua diurungkan.
Puncak pengkhianatan itu terjadi pada 18 Maret 2025 dini hari, ketika Penjajah Israel membumihanguskan kota Gaza. Beberapa kota lain juga menjadi target serangan. Seiring waktu, jumlah korbannya masih terus bertambah.
Hamas pun mendesak negara-negara Arab dan Islam untuk bertindak di forum-forum internasional, terutama di Dewan Keamanan PBB, dan segera mengambil langkah untuk menghentikan agresi serta genosida yang dilakukan Penjajah Israel terhadap rakyat Palestina. Mereka juga menegaskan, kelanjutan pembantaian di Gaza merupakan tanggung jawab politik dan moral langsung dari Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Salah satu pemimpin Hamas, Mahmoud Mardawi, dalam pernyataan resminya mengatakan, rakyat Palestina di Tepi Barat akan membuktikan loyalitas mereka terhadap saudara-saudara mereka di Gaza yang sedang mengalami genosida. Mardawi menyerukan kepada warga Tepi Barat untuk berkumpul melakukan shalat Subuh berjamaah pada Jumat pagi, dan menjadikan momentum tersebut untuk menyampaikan pesan kepada penjajah: Derita Gaza adalah derita mereka juga, dan kemenangan Gaza adalah kemenangan mereka.
Ia juga menegaskan bahwa para pemuda dan pejuang di Tepi Barat siap mendukung Gaza dengan segala daya dan upaya. “Bangsa Palestina akan tetap bersatu sebagai satu tubuh. Upaya Israel dan alat-alatnya untuk memecah belah kami tidak akan berhasil,” tegas Mardawi.
Mahmoud Mardawi juga mengingatkan, rencana Penjajah Israel sangat berbahaya dan tidak membedakan satu pun warga Palestina. Tujuan mereka hanya untuk memberantas pejuang dan memaksa rakyat Palestina keluar dari tanah mereka.
Sumber: Al Jazeera