Jor-joran di Jalan Allah
Suatu ketika terjadi paceklik yang menimpa kaum Muslimin. Rasulullah ﷺ menyeru para sahabat agar mengeluarkan sebagian dari harta mereka untuk bersedekah. Setiap orang dipersilakan bersedekah sesuai kemampuan, tanpa ada batasan jumlah atau ukuran tertentu.
Para sahabat pun segera mengeluarkan harta mereka. Di antara mereka, ada yang menyedekahkan separuh hartanya, ada yang sepertiga, dan ada pula yang dalam jumlah yang lebih kecil.
Umar bin Khattab meriwayatkan tentang keunggulan Abu Bakar dalam berbuat kebaikan. Umar bercerita bahwa ketika Rasulullah ﷺ memerintahkan para sahabat untuk bersedekah, ia berkata dalam hati, “Hari ini aku akan mengalahkan Abu Bakar. Jika ada hari aku bisa mengunggulinya, mungkin inilah saatnya.” Maka, Umar datang dengan membawa separuh dari hartanya.
Rasulullah ﷺ bertanya kepadanya, “Apa yang engkau sisakan untuk keluargamu, wahai Umar?”
Umar menjawab, “Aku sisakan untuk mereka separuh yang lain.”
Kemudian datanglah Abu Bakar dengan membawa seluruh hartanya dan menyerahkannya kepada Rasulullah ﷺ. Rasulullah bertanya, “Apa yang engkau sisakan untuk keluargamu, wahai Abu Bakar?”
Abu Bakar menjawab, “Aku tinggalkan untuk mereka Allah dan Rasul-Nya.”
Mendengar itu, Umar berkata, “Demi Allah, aku tidak akan pernah bisa mengalahkanmu, wahai Abu Bakar.”
Bukan hanya Umar. Tak seorang pun mampu mengungguli Abu Bakar dalam kebaikan dan pengorbanan.
Dari kisah luar biasa ini, kita belajar bahwa besar atau kecilnya pengorbanan ditentukan oleh kualitas iman. Semakin kuat keyakinan seseorang kepada Allah, semakin ringan ia berkorban, membantu sesama, dan menolong mereka yang membutuhkan.
Ramadhan ini adalah momentum untuk berlomba dalam kebaikan. Sebagaimana para sahabat terdahulu berkompetisi dalam amal, jadikan bulan mulia ini sebagai ajang memperkuat semangat berbagi, memperbanyak sedekah, dan menghadirkan manfaat nyata bagi sesama.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
قُلْ اِنَّ رَبِّيْ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖ وَيَقْدِرُ لَهٗ ۗوَمَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهٗ ۚوَهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ
“Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya’. Suatu apa pun yang kamu infakkan pasti Dia akan menggantinya. Dialah sebaik-baik pemberi rezeki.” (QS Saba' [34]:39). Wallahu a'lamu.