Perkuat Transparansi dan Kolaborasi, LAZNAS ZIS Indosat Gelar Public Expose 2026
LAZNAS ZIS Indosat menggelar Public Expose 2026 sebagai forum keterbukaan dan refleksi atas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sepanjang tahun 2025. Kegiatan yang diselenggarakan pada Selasa, 10 Februari 2026, di Auditorium Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Jakarta Pusat, ini menjadi ruang akuntabilitas publik sekaligus penguatan komitmen kolaborasi untuk menghadirkan dampak sosial yang lebih luas dan berkelanjutan di tahun 2026.
Public Expose ini bertujuan memaparkan laporan pengelolaan ZIS tahun 2025, mengapresiasi mitra kolaborasi, serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadirkan program-program pemberdayaan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kemanusiaan.
Di dalam pemaparannya, Chief Executive Officer LAZNAS ZIS Indosat, Wakhid Efendi, menegaskan, zakat bukan sekadar kewajiban individual, melainkan instrumen sosial yang berorientasi pada kesejahteraan umat.
“Kami percaya bahwa zakat adalah instrumen kesejahteraan. Melalui pengelolaan yang amanah dan profesional, zakat mampu mendorong perubahan nyata dalam kehidupan mustahik,” ujar Wakhid Efendi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang selama ini terlibat aktif dalam ekosistem kebaikan yang dibangun LAZNAS ZIS Indosat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra strategis yang telah berkolaborasi bersama LAZNAS ZIS Indosat. Kolaborasi inilah yang memungkinkan dampak program kami menjangkau lebih luas dan berkelanjutan,” tambahnya.
Salah satu capaian konkret yang disampaikan dalam Public Expose LAZNAS ZIS Indosat 2026 tersebut adalah pembangunan 10 titik sumur air bersih di Aceh, sebagai bagian dari program kemanusiaan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat terdampak krisis air dan bencana.
Dari perspektif syariah, Ketua MUI Bidang Fatwa sekaligus Pembina Dewan Syariah LAZNAS ZIS Indosat, Prof. Dr. KH. M. Asrorun Ni’am Sholeh, S.Ag., Lc., MA, menekankan bahwa zakat memiliki dimensi maslahat yang luas.
“Meski pun dalam hukum positif zakat memiliki mandat utama untuk menuntaskan kemiskinan, secara syariah zakat berkontribusi dalam pemenuhan delapan asnaf. Artinya, zakat tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif dan transformatif,” jelasnya.
Ia menegaskan, pengelolaan zakat yang patuh syariah dan akuntabel merupakan prasyarat utama agar zakat benar-benar menghadirkan keadilan sosial dan keberkahan bagi umat.
Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, MA, menyoroti peran strategis lembaga zakat dalam menjawab persoalan multidimensi umat.
“Zakat bukan hanya tentang angka penghimpunan, tetapi tentang bagaimana zakat mampu mengubah mustahik menjadi pribadi yang sejahtera dan berdaya,” ungkapnya.
Di dalam konteks kebencanaan, kontribusi LAZNAS ZIS Indosat juga mendapat sorotan. Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchinson, Reski Damayanti, menyampaikan, kehadiran Indosat melalui program sosial memberikan dampak yang melampaui bantuan material.
“Kehadiran Indosat di tengah warga yang terdampak bencana bukan hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan psikologis, agar para korban tidak merasa sendirian,” katanya.
Hal yang membedakan penyelenggaraan Public Expose tahun ini adalah langkah Indosat yang mulai mengembangkan dakwah dalam berbagai dimensi. Dakwah tidak lagi dipahami secara tunggal, tetapi dihadirkan melalui pendekatan yang lebih luas dan kontekstual. Salah satunya melalui pengembangan media Islam sebagai ruang edukasi publik, penguatan nilai, serta perluasan jangkauan pesan-pesan kebaikan.
Upaya tersebut berjalan beriringan dengan penguatan program-program LAZNAS ZIS Indosat di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kemanusiaan. Termasuk peluncuran HIROmadan sebagai inisiatif kolaboratif yang merepresentasikan semangat kepahlawanan sosial, solidaritas, dan keberlanjutan gerakan zakat di bulan Ramadan.
Rangkaian Public Expose 2026 LAZNAS ZIS Indosat disusun secara ringkas dan terstruktur, mencakup pemaparan laporan pengelolaan ZIS, penayangan video storytelling program, peluncuran HIROmadan, penyerahan apresiasi kepada mitra kolaborasi, serta penandatanganan komitmen kolaborasi kebaikan tahun 2026. Kegiatan kemudian ditutup dengan hiburan dan sesi foto bersama.