Ratusan Anak-Anak Terdampak Bencana Ikuti Trauma Healing di Meunasah Balek, Pidie Jaya
Rabu, 31 Desember 2026, sejak pagi hari, halaman meunasah dipenuhi tawa renyah dan keceriaan. Berbagai permainan edukatif, aktivitas kelompok, serta lomba sederhana, mewarnai aktivitas pagi itu di Desa Meunasah Balek. Semua kegiatan itu digelar untuk menciptakan ruang aman dan ramah bagi anak-anak terdampak bencana di Pidie Jaya, Aceh.
Di Rabu pagi itu, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak terdampak bencana di Desa Meunasah Balek, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Kegiatan itu menjadi bagian dari komitmen BSMI dalam memberikan respons kemanusiaan yang menyeluruh. Tidak hanya berfokus pada layanan medis, tetapi juga pemulihan psikososial masyarakat, khususnya anak-anak. Pendekatan ini menjadi salah satu keunggulan BSMI, yang selalu mengedepankan aspek humanis dan berbasis kebutuhan lapangan dalam setiap misi kemanusiaannya.
Awalnya, kegiatan trauma healing itu ditargetkan untuk 50 anak saja. Namun, di luar perkiraan antusiasme warga sangat tinggi. Anak-anak datang berbondong-bondong hingga jumlah peserta membludak. Hampir seluruh anak di sekitar Meunasah Balek turut hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat.
Sepanjang kegiatan, ratusan wajah ceria dengan senyum dan tawa lepas khas anak-anak menjadi pemandangan yang dominan. Hal itu menunjukkan bahwa kehadiran relawan, ruang bermain, dan perhatian yang tulus, mampu membantu anak-anak melepaskan beban psikologis pascabencana, meski untuk sementara waktu.
Salah satu Relawan BSMI, Ida, menyampaikan harapannya agar pemulihan anak-anak dapat menjadi perhatian bersama. Menurut dia, anak-anak adalah kelompok paling rentan yang membutuhkan dukungan berkelanjutan, baik dari sisi psikologis maupun fasilitas pendukung tumbuh kembang.
“Kami berharap fasilitas untuk anak-anak segera dipenuhi, dan kebutuhan mereka juga bisa terpenuhi,” katanya.
Hingga saat ini, masih terdapat banyak anak-anak di wilayah Pidie Jaya yang terdampak langsung bencana. Trauma, keterbatasan ruang bermain, serta terganggunya aktivitas belajar, menjadi tantangan nyata yang memerlukan keterlibatan berbagai pihak untuk mengatasinya.
Melalui kegiatan trauma healing ini, BSMI kembali menegaskan perannya sebagai organisasi kemanusiaan yang hadir secara utuh — mengobati luka fisik, memulihkan trauma, dan menjaga harapan. Upaya ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pemulihan yang lebih berkelanjutan. Agar anak-anak Pidie Jaya dapat kembali tumbuh dengan rasa aman, bahagia, dan masa depan yang lebih baik.
Artikel ini adalah hasil liputan Sabili.id langsung dari Aceh, sebagai bagian dari program “Jurnalisme Kemanusiaan Sabili.id di Aceh”.