Wakil Ketua MPR Dukung Reaktualisasi Keteladanan M. Natsir dalam "Gerakan Literasi Teladan Tokoh Bangsa"
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Dr. H. Hidayat Nur Wahid, MA, pada Senin (5/1/2026), menerima audiensi dari pengurus The Intiqad Center yang tergabung dalam "Gerakan Literasi Teladan Tokoh Bangsa" di Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta. Di dalam pertemuan tersebut, politisi senior yang akrab disapa Ustadz HNW itu memberikan dukungan dan apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang digagas oleh The Intiqad Center untuk mengaktualkan kembali keteladanan tokoh bangsa bagi generasi muda Indonesia.
Sejumlah pegiat "Gerakan Literasi Teladan Tokoh Bangsa" hadir dalam pertermuan itu. Di antaranya adalah Dr. CR Wildan Hasan (founder The Intiqad), Mahmud Faaz (praktisi perzakatan Dewan Da’wah), Rahmat Ramadhan (aktivis LPPI), Maulana Yusuf (Ketua Persada), Imanuddin Kamil (pengurus JATTI), dan Alan Ruslan Hubban (Humas Dewan Da’wah).
Kepada HNW, Koordinator Gerakan Literasi Teladan Tokoh Bangsa, Wildan Hasan selaku koordinator gerakan menyampaikan maksud dan tujuan kehadiran para aktivis dai muda, peneliti, dan penulis yang tergabung dalam gerakan tersebut. Wildan menekankan pentingnya kepedulian terhadap literasi kebangsaan di tengah arus informasi modern.
"Kami hadir sebagai representasi da'i muda yang sangat concern terhadap literasi, khususnya literasi sejarah bangsa. Fokus utama gerakan ini adalah bagaimana keteladanan para tokoh bangsa dapat direaktualisasi, baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang," kata Wildan Hasan.
Secara spesifik, di dalam paparannya, Wildan menyoroti sosok Pahlawan Nasional dan ulama besar, Mohammad Natsir. Ia menyebut, keteladanan Natsir sangat perlu diaktualkan kembali di kalangan kaum muda, khususnya Generas Z.
"Kami ingin memfokuskan pada bagaimana pemikiran, keteladanan, dan semangat juang dari Bapak M. Natsir dapat dilanjutkan dan tetap aktual, terutama agar mudah diterima dan dipahami oleh kalangan Generasi Z," tambah Wildan.
Merespons pemaparan itu, HNW menyatakan, pihaknya memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang digagas oleh The Intiqad Center, seraya menyoroti tantangan persepsi yang dihadapi oleh generasi muda saat ini. "Saat ini ada upaya menstigma bahwa Gen-Z adalah generasi yang kurang bertahan terhadap proses, instan, kurang memiliki kepekaan sosial, dan berbagai stigma negatif lainnya. Pandangan-pandangan seperti ini perlu diluruskan," tegas HNW.
HNW berharap, gerakan literasi itu mampu membuktikan bahwa Gen-Z tidak seperti itu. Ia menekankan, Gen-Z sejatinya bisa menjadi generasi yang paham sejarah dan mengerti akar perjuangan bangsa.
"Gen-Z harus dibentuk menjadi generasi yang paham sejarah, mengerti bahwa bangsa ini kemerdekaannya diperjuangkan oleh para ulama dan tokoh Islam. Dengan demikian, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang peka terhadap kondisi sosial serta siap mengambil peran strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," tegas HNW.
Mohammad Natsir sendiri adalah tokoh bangsa yang lahir di Alahan Panjang, Lembah Gumanti, Solok, Sumatera Barat, 17 Juli 1908. Natsir adalah Perdana Menteri kelima Republik Indonesia. Natsir juga adalah pendiri sekaligus pemimpin partai politik Masyumi dan salah seorang tokoh Islam terkemuka di Indonesia.
Pada 3 April 1950, sebagai Ketua Fraksi Masyumi di Parlemen RIS, M. Natsir mengajukan mosi integral dalam sidang pleno parlemen. Mosi integral berhasil memulihkan keutuhan bangsa Indonesia dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ketika itu, mosi integral Natsir diapresiasi Presiden Soekarno (Bung Karno) yang menilai Natsir memiliki konsep untuk menyelamatkan Republik Indonesia melalui konstitusi.
Pertemuan HNW dengan pengurus The Intiqad Center yang tergabung dalam "Gerakan Literasi Teladan Tokoh Bangsa" itu pun berlangsung hangat dan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menguatkan literasi kebangsaan di kalangan muda. Caranya melalui pengenalan kembali tokoh-tokoh teladan bangsa.