Gedung Putih mengumumkan pada hari kamis (20/3/2025), bahwa Presiden AS Donald Trump "sepenuhnya mendukung" penjajah Israel untuk terus melanjutkan agresi militernya, baik darat maupun udara di Jalur Gaza.
Hal itu terungkap ketika juru bicara Gedung Putih, Caroline Levitt ditanya oleh wartawan perihal rencana Trump memulihkan gencatan senjata di Gaza, "Presiden AS sepenuhnya mendukung Israel dan militernya, dan semua langkah yang telah diambil dalam beberapa hari terakhir”.
Bahkan, tanpa malu, AS mengancam akan menghabisi Hamas demi keselamatan sandera, tanpa memerdulikan bahwa ada ratusan rakyat sipil palestina yang tewas akibat serangan mematikan penjajah Israel sejak selasa lalu (18/3). Levitt juga menambahkan, "Presiden menjelaskan kepada Hamas bahwa jika semua sandera tidak dibebaskan, gerbang neraka akan terbuka".
Masih dalam ocehan yang sama, Levitt berujar "Hamas memikul tanggung jawab penuh atas memburuknya situasi". Seperti biasanya, Amerika mencoba memutar balikan fakta dengan mengatakan bahwa Hamas adalah dalang dibalik semua kekacauan yang terjadi. Padahal Hamas adalah reaksi manusiawi atas keserakahan dan kebiadaban yang dilakukan penjajah Israel atas rakyat & tanah Palestina.

Dalam konteks yang sama, para pemimpin Uni Eropa tampaknya menciut dan buta. Dalam sebuah pernyataan, mereka menyalahkan dan menuduh Hamas atas gagalnya gencatan senjata. Padahal, secara gamblang dan kasat mata, pihak penjajahlah biang keroknya. Penjajah terang-terangan mengkhianati apa yang telah disepakati dalam perjanjian gencatan senjata.
"Dewan Eropa mengutuk gagalnya gencatan senjata di Gaza, yang mengakibatkan banyaknya korban sipil dalam serangan udara terbaru. Dewan Eropa juga mengutuk penolakan Hamas untuk menyerahkan sandera yang tersisa," bunyi pernyataan tersebut.
Sejak melanjutkan genosida di Gaza saat waktu sahur, Selasa hingga Kamis malam, penjajah Israel telah membunuh 591 warga Palestina dan melukai 1.042 lainnya. Sebagian besar korban adalah wanita & anak-anak, menurut angka resmi Palestina.
Berkat dukungan Amerika, sejak 7 Oktober 2023 saja, penjajah Israel telah membantai lebih dari 162.000 warga Palestina hingga menyebabkan syahid dan terluka. Sebagian besarnya merupakan anak-anak & wanita, dan lebih dari 14.000 orang hilang.
Sumber : Al Jazeera, AFP & Sumber lain

Jadilah bagian dari perjuangan Sabili
Bangun Indonesia dengan Literasi!