Api Rindu (Episode 9): Ghibah

Api Rindu (Episode 9): Ghibah
Photo by Rizal on Unsplash

“Beneran lho, Mbak. Saya masih nggak percaya kalau itu si 'Ayu'. Saya tahu persis, lho, orangnya. Masya Allah, tilawahnya bagus dan akhlaknya juga bagus banget.”

“Saya juga tahu lah, si Ayu itu, kan? Itu sih kayaknya kedok aja, Mbak… Biar tokcer rayuannya... Amit-amit, deech!”

“Astaghfirullah... Akhwat dan ummahat yang dirahmati Allah. Demi Allah, tidak baik kita di grup buat ngegosip. Saya kira, semua sudah tahu kan ya, kalau ghibah itu dosa. Ibarat makan bangkai saudara sendiri. Afwan, cuma ngingetin aja.”

Salah satu anggota grup mencoba mengingatkan yang lainnya.

“Kalau semua sudah tahu dan memang bener itu Ayu, gimana, Umm?”

“Apakah anti melihat langsung kejadiannya? Dan berapa orang yang melihatnya?”

“Kan pelakunya sudah ngaku, Umm?”

“Anti dengar langsung pengakuannya?”

“Ya, kabar kan sudah ke mana-mana, Umm?”

“Terus, anti percaya?”

“Lho, memangnya Mbak nggak percaya?”

“Kok balik bertanya?”

“Mbak aja coba tanya Ustaznya!”

Baca juga: Api Rindu (Episode 8): Hubungan dengan Lawan Jenis yang Bukan Mahram

“Afwan, Ukh... Ana di sini sekadar mengingatkan sesama saudara saja, biar kita selamat dari dosa ghibah. Mudah-mudahan berkenan semuanya. Sekali lagi afwan, ya...”

Seketika Yanti keluar dari grup.

“Yang sabar, Umm. Mungkin sedang ada tamu, kali… Hehehe…”

“Nggak apa-apa. Nanti lain waktu saya sapa dia.”

Gosip tentang Ayu semakin liar dan binal. Laksana cendawan di musim hujan. Di grup WA, di kajian dan majlis-majlis ilmu, juga di pertemuan apa pun, gosip itu ramai dibicarakan. Barokah ilmu dan amal berangsur hilang menuju awan.

***

Brakkk!!!

Danti membanting pintu kamar sekeras-kerasnya. Tangisnya pecah juga sekeras-kerasnya. Murka, bingung, malu, dan segala rupa kecemasan, bergulung-gulung lalu membentur semua jiwa raganya.

Suami macam apa sampai berzina dengan seorang akhwat? Ustaz macam apa? Dan kurang apa juga dirinya selama ini dalam melayaninya?

Segala rupa pertanyaan tumpah ruah menghunjam hatinya.

“Ummi…”

Terdengar suaminya mengetuk pintu kamarnya dengan lembut.

Refleks, Danti mengambil vas bunga di meja kecil di samping tempat tidur dan secepat kilat ia lemparkan ke arah pintu. Suara benturan benda keras lalu jatuh berkeping dan pecah berantakan di lantai kamar membuat suaminya terkaget luar biasa. Demi Allah, selama lima tahun hidup bersama Danti, tak pernah ia berperilaku kasar seperti itu. Tetapi ia sadar, semua memang salah dia. Akibat dosa besarnya.

“Ya, Allah... Hamba bertaubat kepada-Mu…”

Lirih, suami Danti menangis menengadah. Kenapa dirinya bisa jatuh pada zina? Dosa besar dan keji yang membinasakan.


Komentar Anda:

Anda telah berhasil berlangganan di Sabili.id
Selanjutnya, selesaikan pembayaran untuk akses penuh ke Sabili.id
Assalamu'alaikum! Anda telah berhasil masuk.
Anda gagal masuk. Coba lagi.
Alhamdulillah! Akun Anda telah diaktifkan sepenuhnya, kini Anda memiliki akses ke semua artikel.
Error! Stripe checkout failed.
Alhamdulillah! Your billing info is updated.
Error! Billing info update failed.