AS Lancarkan Serangan ke Yaman, Ini Respon Hamas

AS Lancarkan Serangan ke Yaman, Ini Respon Hamas
AS Lancarkan Serangan ke Yaman, Ini Respon Hamas / Foto Al Jazeera

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Sabtu (15/3/2025), lancarkan serangan ke ibukota Yaman dan mengincar kelompok Houthi. Milisi tersebut menyebut, tragedi itu memakan korban hingga mencapai 53 orang. Lima orang di antaranya adalah anak-anak.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Houthi, Anis al-Asbahi, dalam unggahan akun X-nya mengatakan, 53 orang tewas termasuk "lima anak-anak dan dua wanita", sedangkan jumlah korban luka saat ini adalah 98 orang.

Menurut informasi dari media yang dikelola oleh Houthi, serangan udara AS juga menargetkan pabrik kapas di Distrik Zubid, di wilayah Al-Hudaydah, serta sebuah kompleks pemerintahan di Distrik Al-Hazm di Provinsi Al-Jawf, bagian Timur Laut Yaman. Serangan yang menargetkan Yaman ini merupakan kali pertama dilancarkan AS sejak Trump menjabat presiden.

"Saya telah memerintahkan militer AS di hari itu untuk meluncurkan operasi militer yang tegas terhadap teroris Houthi di Yaman," kata Presiden AS itu seperti dikutip laporan dari Al-Jazeera pada Ahad (16/3/2025).

Sejak November 2023 lalu, kelompok Houthi telah meluncurkan serangan terhadap kapal-kapal komersial yang memiliki hubungan dengan Israel di Laut Merah. Kelompok Houthi juga secara sporadis melakukan serangan roket ke wilayah Israel, yang dibalas dengan serangan udara oleh Israel terhadap situs-situs militer Houthi. Serangan tersebut dilanjutkan sampai tercapainya gencatan senjata pada 19 Januari 2025.

Zionis Serbu Masjidil Aqsa, Tangkap Seorang Jurnalis Wanita
Ekstremis Yahudi Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa melalui Gerbang Mughrabi untuk melakukan provokasi di bawah perlindungan ketat pasukan penjajah, Ahad (16/3/2025). Seorang jurnalis muslimah ditangkap penjajah Israel saat hendak memarkirkan mobilnya.

Respon Hamas

Pada Ahad (16/3/2025), Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) mengecam serangan udara Amerika Serikat yang menargetkan Gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman. Mereka menganggap tragedi itu merupakan agresi terhadap seluruh rakyat serta pelanggaran secara terang-terangan terhadap hukum internasional dan kedaulatan Yaman.

"Kami, Gerakan Perlawanan Islam Hamas, mengecam sekeras-kerasnya serangan udara AS yang menargetkan kawasan permukiman di ibukota Yaman," demikian laporan dari Hamas melalui surat kabar Baghdad, Al-Youm.

 Hamas juga mengungkapkan solidaritas penuh terhadap rakyat Yaman, dan memuji upaya-upaya mereka yang mendukung perjuangan rakyat Palestina di Jalur Gaza. Selain itu, Hamas juga secara tegas menolak total aksi-aksi agresif semacam ini yang hanya akan menambah penderitaan rakyat serta memerburuk konflik.

 

(Dari Berbagai Sumber)

Google News

Komentar Anda:

Anda telah berhasil berlangganan di Sabili.id
Selanjutnya, selesaikan pembayaran untuk akses penuh ke Sabili.id
Assalamu'alaikum! Anda telah berhasil masuk.
Anda gagal masuk. Coba lagi.
Alhamdulillah! Akun Anda telah diaktifkan sepenuhnya, kini Anda memiliki akses ke semua artikel.
Error! Stripe checkout failed.
Alhamdulillah! Your billing info is updated.
Error! Billing info update failed.