Banting Setir, Özil Gabung Partai Erdogan

Banting Setir, Özil Gabung Partai Erdogan
Banting Setir, Özil Gabung Partai Erdogan / Foto Istimewa

Mantan bintang sepak bola, Mesut Özil, resmi banting setir dan masuk ke percaturan politik Turki. Setelah gantung sepatu pada Maret 2023 lalu, kini Özil kembali ke tanah asal leluhur, tempat orangtuanya, serta bergabung dengan Partai Keadilan dan Pembangunan di Turki.

Sky Sports melaporkan, Özil bergabung dengan AKP (Adalet ve Kalkınma Partisi) atau  Partai Keadilan dan Pembangunan. Partai itu didirikan dan diketuai oleh Recep Tayip Erdogan, Presiden Turki saat ini.

Pada Ahad (23/2/2025), diumumkan dalam kongres partai, mantan pemain di klub Real Madrid dan Arsenal itu akan menjadi pembantu pembuat keputusan senior di partai milik Erdogan tersebut. Sebelumnya, hubungan antara Özil dan presiden Turki itu memang sudah lama dekat. Pada 2019 lalu, saat pernikahan Özil dengan istrinya, Erdogan bersedia hadir dan menjadi pendamping dari pihak mempelai pria.

Demi Suarakan Kebenaran, Hadapi Berbagai Risiko

Mantan pemain timnas Jerman yang ikut membawa negaranya menjadi juara Piala Dunia 2014 itu sempat menarik perhatian publik, setelah mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait perlakuan China terhadap Muslim Uighur pada Desember 2019 lalu. Di dalam sebuah unggahan di media sosial, Özil menyebut Uighur sebagai “pejuang penentang penindasan” dan mengritik perlakuan China terhadap kelompok minoritas itu. Ia menggambarkan bentuk-bentuk penyiksaan yang dialami oleh Uighur, termasuk pembakaran Al Qur’an, penutupan masjid, dan larangan berpuasa.

Akibat tindakan tersebut, Özil mendapat reaksi keras dari pemerintah China. Di antaranya, menghapus avatar Özil versi China dari video game Pro Evolution Soccer 2020 dan menghapus pertandingan Arsenal dari siaran CCTV.

Pernyataan Özil itu pun berefek langsung terhadap karir sepak bolanya. Setelah aksi heroik tersebut, ia mulai kehilangan tempat di skuad utama Arsenal. Padahal, sebelumnya Özil adalah pemain andalan. Setahun setelahnya, pada Oktober 2020, Özil dikeluarkan dari skuad Liga Premier dan Liga Eropa oleh Arsenal.

Berlanjut pada Januari 2021, Özil bergabung dengan Fenerbahçe di Liga Super Turki. Tetapi perjalanan karirnya di Turki juga tidak mulus, menghadapi cedera yang parah dan penurunan performa. Hingga pada Maret 2023, Fenerbahçe mengumumkan pemecatan Özil dengan alasan masalah disiplin dan kinerja. Disambut beberapa bulan kemudian, Özil mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia sepak bola di usia 34 tahun. Ia menegaskan bahwa ia bangga menggunakan suaranya untuk membela mereka yang tidak memiliki suara.

Keputusan Özil untuk berbicara tentang penindasan terhadap Muslim Uighur menandai akhir karirnya yang penuh prestasi. Meski pun mendapat kecaman dari China, ia tetap teguh pada prinsipnya. Mesut Özil akan selalu dikenang sebagai pemain yang berani berbicara demi hak asasi manusia, walau dengan risiko yang berat.

 

(Dari Berbagai Sumber)

Google News

Komentar Anda:

Anda telah berhasil berlangganan di Sabili.id
Selanjutnya, selesaikan pembayaran untuk akses penuh ke Sabili.id
Assalamu'alaikum! Anda telah berhasil masuk.
Anda gagal masuk. Coba lagi.
Alhamdulillah! Akun Anda telah diaktifkan sepenuhnya, kini Anda memiliki akses ke semua artikel.
Error! Stripe checkout failed.
Alhamdulillah! Your billing info is updated.
Error! Billing info update failed.