Hamas mengeluarkan pernyataan resmi, Senin (4/11/2024), menanggapi serangan Israel yang terus berlangsung terhadap penduduk Gaza. Di dalam pernyataan itu, Hamas menyampaikan bahwa Israel melanjutkan serangan genosida yang terencana di Gaza yang telah berlangsung selama lebih dari 395 hari. Hamas pun menyatakan bahwa wilayah utara Gaza kini dalam situasi kemanusiaan yang genting setelah lebih dari sebulan pengepungan ketat dan pengeboman tanpa henti.
Pernyataan yang disampaikan oleh Hamas merinci situasi di Gaza, khususnya di wilayah utara, yang telah mengalami pembunuhan massal. Lebih dari 100.000 warga di wilayah tersebut kehilangan akses terhadap kebutuhan hidup dasar. Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 1.800 warga telah menjadi korban tewas dalam sebulan terakhir. Sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.
Serangan Sistematis Israel terhadap Fasilitas Kesehatan
Hamas juga menyoroti bahwa Israel secara sistematis menghancurkan infrastruktur kesehatan di Gaza. Rumah sakit di wilayah utara dilaporkan hancur total, dan fasilitas kesehatan lainnya mengalami kerusakan parah akibat pengeboman dan pengepungan. Staf medis mengalami pembunuhan, penahanan, dan perlakuan tidak manusiawi, sementara stok obat-obatan dan alat medis dikatakan dibakar secara sengaja. Tindakan itu didukung oleh pemerintah Amerika Serikat dan beberapa negara Barat yang menyediakan dukungan politik, militer, dan diplomatik bagi Israel.
Kecaman terhadap Pelanggaran Hak Asasi Manusia
Pernyataan Hamas menekankan bahwa khususnya Amerika Serikat dan masyarakat internasional memiliki tanggung jawab politik dan moral untuk menghentikan kejahatan itu. Mereka juga menekankan bahwa kejahatan yang dilakukan tidak akan hilang seiring waktu, dan semua pihak yang terlibat akan bertanggung jawab di hadapan hukum internasional.
Hamas juga mengecam Israel karena serangannya terhadap rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang dilindungi oleh hukum internasional. Tuduhan Israel bahwa pejuang Hamas berlindung di fasilitas medis senyatanya tidak berdasar. Hamas menyebutkan bahwa berbagai laporan internasional, termasuk dari Associated Press, telah menolak klaim ini.
Konflik dengan UNRWA dan Isolasi Internasional
Di dalam pernyataan tersebut, Hamas juga mengutuk langkah Israel untuk memutus hubungan dengan UNRWA (Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina). Israel berusaha untuk menghilangkan kesaksian internasional atas isu pengungsi Palestina. Hamas menganggap tindakan ini sebagai upaya Israel untuk menghapus eksistensi pengungsi Palestina dari perdebatan internasional. Hamas pun menyerukan kepada PBB dan komunitas internasional untuk mengambil langkah-langkah hukum terhadap Israel, termasuk memertimbangkan pengusiran Israel dari badan-badan PBB.
Memeringati 107 Tahun Deklarasi Balfour dan Menegaskan Perjuangan Rakyat Palestina
Di hari peringatan 107 Tahun Deklarasi Balfour, Hamas menegaskan kembali komitmen mereka terhadap hak-hak Palestina. Dukungan Barat tidak akan mampu menghancurkan semangat dan tekad rakyat Palestina untuk memeroleh kemerdekaan, kedaulatan, dan hak untuk kembali ke tanah air mereka.
Seruan untuk Persatuan Nasional Palestina
Hamas juga melaporkan bahwa telah diadakan pertemuan dengan faksi Palestina lainnya, termasuk Fatah, untuk menyatukan upaya melawan penjajahan Israel. Di dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh pemerintah Mesir tersebut, Hamas dan Fatah membahas rencana bersama untuk mengatasi krisis kemanusiaan di Gaza dan memastikan kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi. Hamas berharap terbentuknya pemerintahan nasional yang akan menangani kepentingan rakyat Palestina secara lebih terpadu.
Seruan untuk Dukungan Arab, Islam, dan Internasional
Hamas terus menjalin komunikasi dengan berbagai negara di tingkat regional dan internasional, mengupayakan dukungan yang lebih luas untuk menghentikan serangan di Gaza. Hamas menyatakan bahwa mereka terbuka terhadap berbagai gagasan yang menjamin penghentian agresi, kembalinya para pengungsi ke Gaza, pemulihan infrastruktur, dan pertukaran tahanan. Lewat pernyataan ini, Hamas menyerukan agar tekanan internasional kepada pemerintahan Israel, khususnya di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, terus ditingkatkan untuk mencapai kesepakatan damai yang adil dan menghentikan penderitaan rakyat Palestina.
Pesan untuk Pemilu Amerika Serikat
Menghadapi pemilu Amerika Serikat, Hamas menyatakan bahwa pemerintahan Amerika saat ini dan sebelumnya telah menjadi pendukung setia Israel. Hamas menyerukan kepada calon pemerintahan AS untuk mendengarkan suara rakyat Amerika yang semakin banyak menentang penjajahan Israel dan agar kebijakan AS yang mendukung agresi Israel terhadap Palestina segera dihentikan.
Pernyataan ini ditutup dengan penghormatan bagi para syuhada, doa untuk kesembuhan bagi yang terluka, dan harapan untuk pembebasan bagi para tahanan Palestina. Hamas juga menegaskan komitmennya terhadap perjuangan hingga kemerdekaan tercapai.
Perjuangan untuk Kemerdekaan dan Martabat Palestina
Pernyataan ini mencerminkan sikap tegas Hamas terhadap Israel dan tuntutan mereka atas kemerdekaan Palestina. Mereka juga menekankan komitmen mereka untuk melawan penjajahan hingga Palestina merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.
(Sumber: Chanel Hamas)
Jadilah bagian dari perjuangan Sabili
Bangun Indonesia dengan Literasi!