Jerman Serukan Hubungan yang Lebih Erat untuk Melawan Pengaruh Rusia dan Tiongkok

Jerman Serukan Hubungan yang Lebih Erat untuk Melawan Pengaruh Rusia dan Tiongkok
Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius / Foto Istimewa

Jerman harus mengubah pendekatannya, mengupayakan kerja sama yang lebih erat dengan negara-negara Afrika, meski pun mereka tidak memiliki nilai yang sama dan tidak memenuhi standar demokrasi. Demikian dikatakan oleh Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, pada hari Sabtu (17/2/2024).

Pistorius menyebut, Jerman harus mengembangkan hubungan yang lebih erat dengan negara-negara Afrika meski pun ada perbedaan politik. Hal ini dilakukan untuk melawan pengaruh Rusia dan Tiongkok.

Berbicara di Konferensi Keamanan Munich, Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, juga mengatakan bahwa dunia Barat pada umumnya, dan Jerman khususnya, perlu mengubah pendekatannya terhadap negara-negara Afrika dalam menghadapi tantangan global baru.

“Di masa lalu, kita terlalu sering menghadapi situasi dimana, terutama negara-negara Eropa atau negara-negara Barat, datang dan memberitahu pemerintah di Afrika dan negara lain, ‘kami lebih pintar dari Anda’, ‘kami lebih berpengalaman’, dan ‘kami beritahu Anda sekarang apa solusi terbaik untuk Anda’,” kata Pistorius seperti dikutip dari laman Anadolu Ajansi.

Baca juga: Netanyahu Abaikan Tekanan Internasional terhadap Serangannya ke Wilayah Palestina

Pendekatan semacam itu telah gagal, tegas Pistorius. Ia pun mengatakan bahwa mereka perlu mengembangkan pendekatan strategis baru terhadap negara-negara Afrika, dimana harus mengupayakan dialog yang lebih erat daripada menceramahi mereka tentang sistem politik atau standar demokrasi.

“Jika kami menolak bekerja sama dengan negara-negara tertentu di Afrika karena mereka tidak sepenuhnya memenuhi standar dan nilai-nilai kami, maka Rusia akan turun tangan. Biasanya, hal ini bukan demi kebaikan negara atau stabilitas kawasan. Lalu apa yang akan kita peroleh? Sejujurnya, tidak banyak,” kata Pistorius untuk menegaskan pernyataannya.

Selain Rusia, ia juga menyebut Tiongkok sebagai saingan geopolitik negara-negara demokrasi Barat dalam konten Afrika.

Ia mengatakan, penting bagi Jerman dan negara-negara Eropa untuk menjaga dialog erat dengan negara-negara Afrika, dan mengambil langkah-langkah menuju kerja sama yang lebih erat.

“Kita harus tetap hadir, karena kita memerlukan telinga dan mata di sana, untuk mengetahui dan melihat apa yang sedang terjadi,” kata Pistorius. “Kita harus berada di sana, dan bersabar dengan jalan mereka menuju demokrasi,” tambahnya.

(Sumber: Anadolu Ajansi)

Google News

Komentar Anda:

Anda telah berhasil berlangganan di Sabili.id
Selanjutnya, selesaikan pembayaran untuk akses penuh ke Sabili.id
Assalamu'alaikum! Anda telah berhasil masuk.
Anda gagal masuk. Coba lagi.
Alhamdulillah! Akun Anda telah diaktifkan sepenuhnya, kini Anda memiliki akses ke semua artikel.
Error! Stripe checkout failed.
Alhamdulillah! Your billing info is updated.
Error! Billing info update failed.