Keji! Penjajah Israel Lancarkan Operasi Darat di Gaza

Keji! Penjajah Israel Lancarkan Operasi Darat di Gaza
Keji! Penjajah Israel Lancarkan Operasi Darat di Gaza / Foto AFP via Getty Images

Setelah serangan udara mematikan yang menyebabkan ratusan nyawa menjemput syahid, penjajah Israel kini melancarkan operasi darat di Jalur Gaza. Pada Rabu (19/03/2024), Israel mengumumkan dimulainya operasi darat dengan dalih sebagai "peringatan terakhir" bagi warga Palestina untuk menyerahkan para sandera serta menyingkirkan para pejuang Palestina.

Militer penjajah Israel menyatakan bahwa operasi ini menarget Jalur Gaza bagian tengah dan selatan, "Ditargetkan di Jalur Gaza bagian tengah dan selatan untuk memperluas perimeter keamanan dan menciptakan penyangga parsial antara utara dan selatan," demikian pernyataan militer penjajah yang dikutip dari AFP.

Serangan Udara Terbesar dan Jumlah Korban Meningkat

Sebelumnya, penjajah meluncurkan serangan udara terbesar sejak gencatan senjata terakhir. Serangan yang terjadi pada Selasa (18/3) ini mencakup 100 serangan simultan dan menyebabkan sedikitnya 436 warga Palestina syahid dalam satu hari. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, mayoritas korban adalah wanita dan anak-anak.

Berdasarkan data yang dilansir Al Jazeera, rincian korban jiwa akibat serangan ini sebagai berikut:

  • 125 laki-laki
  • 34 lansia
  • 94 wanita
  • 183 anak-anak

Dari jumlah tersebut, 64% korban terdiri dari anak-anak dan wanita, yang semakin menegaskan bahwa penjajah dengan sengaja menyasar warga sipil.

Diam-diam UEA Lobi Amerika Untuk Gagalkan Rekonstruksi Gaza
Kanal Middle East Eye, yang berbasis di Inggris mengungkap bahwa UEA “secara diam-diam” melobi Amerika agar menolak rencana Mesir, yang telah mendapat dukungan Liga Arab untuk membangun kembali Jalur Gaza setelah perang berakhir.

Lokasi Serangan dan Jumlah Korban

Serangan udara yang dilancarkan Israel juga menghancurkan berbagai wilayah di Gaza. Berikut sebaran jumlah korban syahid berdasarkan lokasi pemboman:

  • Rafah: 106 syahid
  • Khan Yunis: 77 syahid
  • Deir El Balah: 54 syahid
  • Gaza City: 156 syahid
  • North Gaza: 43 syahid

Dengan serangan udara yang semakin masif dan kini diperparah dengan operasi darat, krisis kemanusiaan di Gaza semakin memburuk. Komunitas internasional terus mendesak penjajah Israel untuk menghentikan serangan dan mencari solusi. Namun hingga kini, agresi militer masih berlanjut tanpa tanda-tanda mereda.

Sementara itu, Hamas menyatakan masih terbuka untuk perundingan tetapi menegaskan bahwa perjanjian yang ada harus ditegakkan. Mereka menuntut agar penjajah Israel segera menghentikan serangan dan melaksanakan gencatan senjata sesuai kesepakatan sebelumnya. Gencatan senjata yang ditengahi oleh Qatar, AS, dan Mesir seharusnya memasuki tahap kedua pada Maret.

Google News

Komentar Anda:

Anda telah berhasil berlangganan di Sabili.id
Selanjutnya, selesaikan pembayaran untuk akses penuh ke Sabili.id
Assalamu'alaikum! Anda telah berhasil masuk.
Anda gagal masuk. Coba lagi.
Alhamdulillah! Akun Anda telah diaktifkan sepenuhnya, kini Anda memiliki akses ke semua artikel.
Error! Stripe checkout failed.
Alhamdulillah! Your billing info is updated.
Error! Billing info update failed.