Klinik Posko Medis Bakal Dibuka di Aceh Tamiang, Prioritaskan Keselamatan Pasien Pascabanjir

Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) berencana membuka Klinik Posko Medis Tanggap Bencana Kabupaten Aceh osko amiang. Hal itu dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan.

Rencana pembukaan Klinik Posko Medis dilatari karena BSMI menilai kondisi pelayanan kesehatan di Kabupaten Aceh Tamiang pascabanjir masih belum aman bagi keselamatan pasien. RSUD Aceh Tamiang masih membutuhkan dukungan pelayanan, sehingga perlu solusi cepat berupa layanan kesehatan alternatif yang aman, terkoordinasi, dan mudah diakses masyarakat.

Ketua Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) BSMI, Prof. Dr. dr. Basuki Supartono, Sp.OT, FICS, MARS, menegaskan, keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama dalam kondisi darurat bencana.

Dalam kondisi pascabanjir seperti sekarang, RSUD Aceh Tamiang yang masih dalam tahap renovasi masih butuh dukungan pelayanan kesehatan di tempat lain. Oleh karena itu, solusi paling rasional adalah menghadirkan fasilitas layanan kesehatan sementara yang aman, dekat dengan masyarakat terdampak, dan memiliki sistem rujukan yang jelas,” kata Prof. Basuki.

Ia menambahkan, Klinik Rehabilitasi Posko Medis akan dibuka BSMI itu untuk mendukung Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) sebagai garda depan pelayanan medis, mulai dari triase, tindakan medis dasar, observasi, hingga stabilisasi pasien sebelum dirujuk.

BSMI Sumut Hadirkan Layanan Kesehatan dan Konsultasi bagi Penyintas Banjir di Desa Kampung Durian
Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Sumut terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya, menghadirkan layanan kesehatan dan konsultasi bagi para korban dan penyintas banjir di Dusun Metro Jaya, Desa Kampung Durian, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) BSMI, Muhamad Djazuli Ambari, menjelaskan, klinik tersebut akan berlokasi di area strategis yang mudah diakses kendaraan darurat. “Posko Medis dan Klinik PPKR BSMI berlokasi di dekat Rumah Makan Samalanga, Kecamatan Medang Ara, Kabupaten Aceh Tamiang. Lokasi ini sangat dekat dengan kawasan Hunian Sementara (Huntara) pengungsi, sehingga pelayanan kesehatan bisa cepat, efektif, dan tepat sasaran,” jelas Djazuli.

Menurut Djazuli, memasuki tahun 2026, Kabupaten Aceh Tamiang masih berada dalam fase tanggap darurat banjir. Sebagian masyarakat masih tinggal di Huntara, sementara fasilitas kesehatan setempat belum sepenuhnya pulih.

Klinik Posko Medis Aceh Tamiang nantinya akan menyediakan layanan kesehatan yang komprehensif, meliputi pelayanan medis darurat, layanan kesehatan umum pascabanjir semisal ISPA, diare, penyakit kulit, layanan kesehatan ibu dan anak risiko rendah, serta dukungan kesehatan jiwa dasar, hingga edukasi kesehatan masyarakat.

Ia mengatakan, untuk menjamin keselamatan pasien, BSMI juga menyiapkan sistem rujukan medis yang terkoordinasi, dengan RSUD Langsa sebagai rumah sakit rujukan utama, serta dukungan Puskesmas Medang. Pasien dengan indikasi medis tertentu akan langsung dirujuk ke fasilitas yang lebih siap.

Kami mendorong pemerintah daerah untuk segera menyiapkan rumah sakit sementara atau fasilitas pengganti yang layak. Selama itu belum tersedia, Klinik Rehabilitasi PPKR BSMI hadir sebagai solusi kemanusiaan demi menjaga keselamatan pasien,” tegas Djazuli.

Liputan Langsung Sabili.id di Aceh: Potret Buram Penanganan Pascabanjir di RSUD Aceh Tamiang
Kondisi fisik RSUD Aceh Tamiang pascabanjir tampak masih sangat memrihatinkan. Lingkungan rumah sakit yang kotor dan rusak menunjukkan, penanganan pascabanjir belum dilakukan maksimal. Dampak dari lambatnya penanganan tersebut dirasakan langsung oleh para pasien.

Djazuli menerangkan, BSMI memastikan operasional klinik dan posko medis akan dijalankan dengan prinsip cepat, aman, humanis, beretika, serta terkoordinasi lintas sektor. Penataan area posko juga dirancang ramah gender dengan pemisahan ruang tenaga medis dan relawan perempuan serta laki-laki, guna menjaga kenyamanan dan keamanan seluruh petugas.

Dengan hadirnya Klinik Rehabilitasi Posko Medis di Aceh Tamiang, Djazuli berharap pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana dapat berjalan lebih aman, terarah, dan berkelanjutan, sembari menunggu pemulihan penuh fasilitas kesehatan permanen di wilayah tersebut.

Artikel ini adalah hasil liputan Sabili.id langsung dari Aceh, sebagai bagian dari program “Jurnalisme Kemanusiaan Sabili.id di Aceh”.