Masjid Agung Baiturrahman, Refleksi Kehidupan Beragama di Pulau Morotai

Masjid Agung Baiturrahman, Refleksi Kehidupan Beragama di Pulau Morotai
Masjid Agung Baiturrahman, Pulau Morotai / Sabili.id

Masjid Agung Baiturrahman kini menjadi salah satu landmark Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara. Masjid raya yang diresmikan awal tahun 2022 itu sekaligus menjadi refleksi pembangunan di bidang ideologi masyarakat Morotai. Sebab, aktivitas di Masjid Agung Baiturrahman Morotai itu menjadi cerminan optimalisasi rumah ibadah serta tempat berbagai aktivitas keagamaan.

Pembangunan Masjid Agung Baiturrahman dimulai tahun 2020. Letak persisnya ada di kawasan Daruba, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara. Masjid megah dengan arsitektur bergaya Timur Tengah itu mampu menampung ribuan jamaah, dan sudah dua kali menjadi pusat kegiatan Ramadhan serta shalat Idul Fitri di Kabupaten Pulau Morotai. Di sebelahnya, berbarengan dengan pembangunan masjid itu juga dibangun miniatur Ka'bah dengan ukuran panjang dan lebar yang sama dengan Ka'bah asli di Masjidil Haram, tetapi bangunannya lebih rendah. Replika Baitullah selanjutnya akan dimanfaatkan sebagai tempat kegiatan manasik bagi masyarakat Morotai dan Maluku Utara yang akan menunaikan ibadah haji maupun umrah.

Kompleks Masjid Agung Baiturrahman sebagai pusat kegiatan keagamaan warga muslim Morotai juga dilengkapi dengan keberadaan Gedung Islamic Center yang diberi nama “Khairunnas”. Pemkab Pulau Morotai menggelar acara peresmian Masjid Agung Baiturrahman Morotai pada 3 Januari 2022. Di hari itu, juga dilakukan Soft Opening Gedung Morotai Islamic Center tersebut.

Di hari peresmian masjid pada 3 Januari 222, juga dilakukan pelantikan Pengurus Badan Takmir Masjid Agung Baiturrahman berdasarkan SK Bupati Pulau Morotai Nomor 450/I/KPPS/2022. Ketua Badan Takmir Masjid Agung Baiturrahman, Haji Abdul Karim, menyebut, masyarakat sangat mengapresiasi pembangunan kawasan Masjid Agung yang terdiri dari tiga komponen, yaitu Masjid Agung “Baiturrahman”, Islamic Center "Khairunnas", dan replika Baitullah itu.

"Ketika kami turun ke masyarakat setiap Jumat untuk sosialisasi, kami menerima ucapan terima kasih dari masyarakat. Sebab, masjid merupakan simbol dari umat Islam, dan keinginan masyarakat untuk memiliki masjid yang representatif sudah terpenuhi," katanya.

Abdul Karim juga menyebut, masyarakat pun berterima kasih sekali atas pembangunan Islamic Center "Khairunnas". Sebab, Islamic Center merupakan gedung yang sangat representatif untuk menampung semua hajatan masyarakat, semisal pernikahan, perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur'an, atau kegiatan lain yang melibatkan peserta dalam jumlah besar.

"Kapasitas gedung Islamic Center 1.500 orang, sudah dilengkapi kursi, dekorasi, fasilitas parkir, dan sebagainya, sehingga gedung ini sangat representatif," ujarnya.

Yang unik, selain membangun masjid raya danIslamic Center, Pemkab Morotai juga membangun Gedung Oikoumene atau Morotai Christian Center sebagai tempat berbagai aktifitas kegiatan keagamaan warga nasrani. Posisi Islamic Center dan Christian Center itu mengapit Puskesmas Daruba. Semua fasilitas keagamaan dan kesehatan itu dibangun di Kompleks CBD (Central Business District) di Daruba, Morotai Selatan.

Bangunan-bangunan tersebut menunjukkan betapa kerukunan antar umat beragama sangat terjaga dengan baik. Hal itu dikatakan Kasie Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai, Haji Musanif Sibua, S.Ag. Menurut dia, kehidupan keagamaan masyarakat di Pulau Morotai sangat bagus. Para pemuka agama pun selalu menjalin proses komunikasi dan koordinasi yang selalu berjalan baik dan intensif.

Pulau Morotai merupakan salah satu pulau terluar Indonesia, di bagian paling Utara. Luas wilayah Pulau Morotai adalah 2.337,15 km². Secara administratif, Kabupaten Pulau Morotai diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto, pada 2009, sebagai bagian dari Provinsi Maluku Utara. Pulau Morotai dikelilingi laut-laut besar. Di sebelah utara, Morotai berbatasan dengan Laut Pasifik, di sebelah barat dan timur dengan Laut Halmahera, dan di selatan berbatasan dengan Selat Morotai.

Baca juga:

Masjid di Atas Awan: Hidden Gem Religi di Pulau Bali
Masjid ini menghadirkan suasana asri dengan pemandangan alam yang menakjubkan berupa hamparan laut yang menghadap langsung ke Pulau Lombok
Google News

Komentar Anda:

Anda telah berhasil berlangganan di Sabili.id
Selanjutnya, selesaikan pembayaran untuk akses penuh ke Sabili.id
Assalamu'alaikum! Anda telah berhasil masuk.
Anda gagal masuk. Coba lagi.
Alhamdulillah! Akun Anda telah diaktifkan sepenuhnya, kini Anda memiliki akses ke semua artikel.
Error! Stripe checkout failed.
Alhamdulillah! Your billing info is updated.
Error! Billing info update failed.