Multaqo RUDA: Mulia dengan Risalah Da’wah

Multaqo RUDA: Mulia dengan Risalah Da’wah
Dr. MAZA Bersama Para Tokoh / Sabili.id

Multaqa (forum ilmiah) ketujuh Rabithah Ulama dan Da'i Asia Tenggara (RUDA). Multaqa baru saja selesai digelar di Malaysia selama dua hari 20-21/5/23 lalu. Mengangkat tema "Ummah Wahidah" atau "Ummat yang Satu".  Bekerjasama dengan Gabungan Ahli Sunnah Malaysia (GASMA). Tidak kurang dari seratus ulama dan da'i dari negara-negara se-Asia Tenggara turut hadir dalam acara perhelatan tersebut.

Mufti Negeri Perlis, Dr. Mohd. Asri Bin Zainul Abidin, lebih dikenal Dr. MAZA, menyampaikan sambutannya, mengingatkan para peserta yang tentang mulianya tugas da’wah. "Kita dimuliakan Allah karena kita adalah pembawa risalah. Sebagaimana perkataan Umar bin Khaththab ketika menuju Baitul Maqdis. Kita adalah kaum yang dimuliakan Allah dengan Islam," paparnya.

Menukil dari Sayyid Abul Hasan Ali An Nadwi, tokoh dan ulama yang sangat masyhur dari India. Dr. MAZA menjelaskan tentang sebuah bangsa yang menjadi bangsa pemenang ada tiga cara.

Cara pertama adalah dengan jalan penjajahan. Dahulu ini dilakukan oleh kerajaan-kerajaan kuat seperti Romawi dan persia. Hingga kerajaan-kerajaan di zaman kolonial seperti Inggris, Belanda, Perancis, Portugal, Spanyol, dll.

Cara kedua adalah negara yang memiliki falsafah atau budaya yang kemudian diikuti oleh bangsa-bangsa lain. Dr. MAZA mencontohkan India dengan Bollywoodnya, Korea dengan K-Pop nya, dsb.

Adapun cara yang ketiga adalah cara yang tidak dimiliki dan tidak pernah dilakukan bangsa manapun. Yaitu dengan cara meneruskan risalah.

Inilah yang dilakukan oleh bangsa Arab. Bangsa padang pasir yang kemudian bahasanya dipakai di seluruh dunia dan pengaruhnya dirasakan di seluruh dunia sampai saat ini.

Madinah lebih kecil dari Kangar, bisa menjelma menjadi negara besar yang disegani di seluruh dunia. Kalau waktu itu mereka hanya hidup untuk diri mereka sendiri, tentu mereka akan dilupakan oleh sejarah. Siapa yang bisa membayangkan orang badui, tidak beralas kaki bisa menguasai dunia? Seperti Ar Rib'i bin Amir ketika menghadapi Persia. “Mereka menjadi mulia karena mengantarkan hidayah, mengeluarkan manusia dari penghambaan kepada hamba menuju penghambaan kepada rabbnya para hamba,” ulas MAZA kemudian.*

Google News

Komentar Anda:

Anda telah berhasil berlangganan di Sabili.id
Selanjutnya, selesaikan pembayaran untuk akses penuh ke Sabili.id
Assalamu'alaikum! Anda telah berhasil masuk.
Anda gagal masuk. Coba lagi.
Alhamdulillah! Akun Anda telah diaktifkan sepenuhnya, kini Anda memiliki akses ke semua artikel.
Error! Stripe checkout failed.
Alhamdulillah! Your billing info is updated.
Error! Billing info update failed.