Pakistan Memblokir Layanan Wikipedia Karena Melukai Sentimen Muslim

Pakistan Memblokir Layanan Wikipedia Karena Melukai Sentimen Muslim
Layar Komputer Menampilkan Pemberitahuan Pemblokiran Situs Wikipedia

Islamabad - Pakistan Electronic Media Regulatory Authority (PEMRA), Senin, 6 Februari 2023 mengatakan pihaknya telah memblokir layanan Wikipedia di negara itu karena dianggap telah menyakiti sentimen umat Muslim dengan tidak menghapus konten yang konon berisi hujatan di situs tersebut. Kritikus mengecam tindakan Islamabad, mengatakan itu merupakan pelanggaran terhadap hak digital.

Di bawah undang-undang penistaan ​​agama yang kontroversial di Pakistan, siapa pun yang terbukti bersalah menghina Islam atau tokoh-tokohnya dapat dihukum mati, meskipun di negara tersebut belum melaksanakan hukuman mati untuk penistaan ​​agama.

Namun tuduhan pelanggaran seringkali di nilai cukup untuk memprovokasi tindak kekerasan massa dan bahkan serangan mematikan. Kelompok HAM internasional dan domestik mengatakan bahwa tuduhan penistaan ​​agama sering digunakan untuk mengintimidasi agama minoritas dan menyelesaikan masalah pribadi.

Departemen Telekomunikasi Pakistan mengatakan keputusan memblokir layanan Wikipedia karena tenggat waktu yang diberikan 48 jam untuk menghapus konten.

“Hal-hal seperti itu melukai perasaan umat Islam,” kata Malahat Obaid, selaku pejabat berwenag.

Dia mengatakan pihak berwenang Pakistan sedang dalam pembicaraan dengan pejabat Wikipedia dan larangan tersebut dapat dicabut jika platform tersebut benar-benar menghapus konten yang bermuatan anti-Islam.

Beberapa jam kemudian, Menteri Penerangan Pakistan Marriyum Aurangzeb mengatakan bahwa perdana menteri Shahbaz Sharif telah memerintahkan pemulihan segera terhadap Wikipedia, sebuah tindakan yang disambut baik oleh warga Pakistan.

Wikimedia Foundation pada hari Sabtu mengkonfirmasi larangan tersebut, dengan mengatakan:

“Kami berharap pemerintah Pakistan bergabung dengan kami dalam komitmen untuk pengetahuan sebagai hak asasi manusia dan segera memulihkan akses ke proyek @Wikipedia dan Wikimedia, sehingga rakyat Pakistan dapat terus menerima dan berbagi pengetahuan dengan dunia.”

Mohsin Raza Khan, pakar media sosial di Pakistan, mengatakan mudah untuk memperbarui atau mengganti materi Wikipedia yang dianggap asusila atau menyinggung umat Islam — jadi memblokir situs bukanlah jawabannya.

“Pengatur media Pakistan dan otoritas lainnya harus mencoba menemukan beberapa solusi teknis yang layak untuk masalah seperti itu karena konten yang menghujat tersedia di mana-mana, memblokir Wikipedia sama dengan setetes air di lautan ilmu.”

Digital Rights Foundation yang berbasis di Lahore, sebelumnya mengatakan larangan Wikipedia sebagai penghinaan terhadap hak warga Pakistan untuk mengakses informasi dan ejekan terhadap komitmen negara untuk menegakkan kewajiban atas hak asasi manusia.

Sebelumnya, Pakistan sempat melarang TikTok dua kali karena diduga mengunggah konten “tidak bermoral, cabul, dan vulgar”.

Namun larangan tersebut kemudian dicabut setelah TikTok meyakinkan Pakistan akan menghapus konten asusila dan juga memblokir pengguna yang mengunggah "konten melanggar hukum". Aplikasi itu diunduh jutaan kali di Pakistan ketika larangan diberlakukan pada 2020 dan 2021.

Juga, pada tahun 2008, Pakistan melarang YouTube karena video yang menggambarkan Nabi Muhammad. Muslim pada umumnya meyakini bahwa penggambaran fisik Nabi Muhammad ﷺ‎ adalah salah satu bentuk penistaan.

Juga pada hari Senin, Amir Mahmood, juru bicara komunitas Ahmadi Pakistan, meminta perlindungan dari pemerintah, dengan mengatakan bahwa para Islamis tak dikenal dalam beberapa serangan terpisah telah merusak tempat ibadah komunitas Ahmadi di provinsi Sindh selatan dan tempat lain di negara itu.

“Kebebasan beribadah yang diberikan kepada kami oleh konstitusi menyusut,” katanya kepada The Associated Press.

Serangan yang berlangsung selama beberapa hari itu tidak menimbulkan korban, kata Mahmood.

Iman Ahmadi didirikan di anak benua India pada abad ke-19 oleh Mirza Ghulam Ahmad, yang para pengikutnya percaya bahwa dia adalah mesias yang dijanjikan oleh Nabi Muhammad.

Parlemen Pakistan menyatakan Ahmadiyah bukan bagian dari Muslim pada tahun 1974. Sejak itu, mereka telah berulang kali menjadi sasaran ekstremis Islam di negara mayoritas Muslim, hal tersebut sering kali mengundang kecaman internasional.

Google News

Komentar Anda:

Anda telah berhasil berlangganan di Sabili.id
Selanjutnya, selesaikan pembayaran untuk akses penuh ke Sabili.id
Assalamu'alaikum! Anda telah berhasil masuk.
Anda gagal masuk. Coba lagi.
Alhamdulillah! Akun Anda telah diaktifkan sepenuhnya, kini Anda memiliki akses ke semua artikel.
Error! Stripe checkout failed.
Alhamdulillah! Your billing info is updated.
Error! Billing info update failed.