Pesantren BIK: Dauroh Relawan Pengajar, Sadar Belajar Untuk Mengajar

Pesantren BIK: Dauroh Relawan Pengajar, Sadar Belajar Untuk Mengajar
Ustadz Anshari Taslim, Lc. Menyampaikan Karakteristik Dakwah / Pesantren BIK

Penulis: Rena Puti Andini (Relawan Dakwah Marginal, Santriwati dari Pesantren BIK - Jakarta)

Jakarta - Dalam mencetak kader-kader dakwah Pesantren Bina Insan Kamil merupakan salah satu lembaga yang giat dalam mencetak para da’i  untuk berdakwah di kawasan marginal perkotaan, di mana kawasan perkotaan ini acap kali menghadapi permasalahan sosial dan ekonomi yang begitu kompleks, terlebih untuk masyarakat marginal di kawasan perkotaan. Dua hal tersebut juga menjadi salah satu indikator jauhnya mereka dari nilai-nilai agama, sehingga sering kali ditemukan masalah tersebut menjadi alasan utama untuk mereka meninggalkan ibadah baik itu sunnah maupun wajib.

“Dakwah Marginal” yang di gagas oleh Pesantren BIK sejak tahun 2015 lalu, menjadi wadah untuk masyarakat marginal perkotaan belajar serta kembali menata keseharian mereka sesuai dengan nilai-nilai Islam, sebagai contoh di kawasan pemulung Rawamangun - Jakarta Timur, ada seorang jama’ah pengajian yang bercerita bahwa dirinya sering ikut sholat berjam’ah akan tetapi tidak tau bacaan sholat. Fenomena ini kerap kali ditemukan di masyarakat marginal, dan sudah menjadi hal yang lazim bahwa kondisi kemiskinan mereka juga menjadi poin penting dalam mempengaruhi mereka untuk belajar agama.

Cerita Tentang Dakwah Marginal / Pesantren BIK

Berlokasi di Gedung Riyadhus Shalihin, Tebet - Jakarta Selatan Pesantren BIK menyelenggarakan kegiatan dauroh yang ditujukan untuk penggiat dakwah terkhusus para da’i yang berinterkasi langsung dengan masyarakat, dengan tema “Sadar Belajar untuk Mengajar” diharapkan kegiatan ini akan lebih banyak lagi orang yang mau terlibat serta berpartisipasi dalam dakwah.

Kegiatan dauroh ini berlangsung mulai dari hari Sabtu, 18 Maret 2023 hingga Ahad, 19 Maret 2023, salah satu susunan acara yang menarik dalam kegiatan ini adalah terjun langsung mengajar ke 2 titik dakwah marginal Pesantren BIK yaitu Menteng Atas - Jakarta Pusat dan Cipinang - Jakarta Timur, dari 13 titik binaan yang ada sampai saat ini.

Salah satu poin yang disampaikan oleh Ustadz Anshari Taslim, Lc. selaku Mudir Pesantren BIK bahwa

“Setiap kita adalah hamba Allah yang diberikan tugas mulia untuk menjadi khoirul ummah (umat terbaik)” katanya.

Di kesempatan yang sama beliau juga menyapaikan keprihatinannya terhadap “Bagaimana keadaan saudara-saudara kita kaum muslimin di Ibu Kota ini sudah semakin jauh dari agama” imbuhnya, di mana hal tersebut menjadi salah satu sumber penyakit masyarakat.

Dalam acara ini juga dilakukan kegiatan “Open Recruitment” yang bertujuan untuk merekrut kader-kader dakwah yang baru, sehingga program “Dakwah Marginal” yang di inisiasi oleh Pesantren BIK terus berkembang dan mampu menjadi role model untuk kegiatan dakwah di perkotaan lainnya. Diikuti lebih kurang 30 peserta dauroh yang di seleksi, acara ini di isi langsung oleh para asatidz dari Pesantren BIK, dengan materi-materi seputar pembekalan dakwah serta tantangan yang biasa terjadi di kalangan masyarakat marginal, diharapkan para individu ini akan lebih mantap dan sabar dalam menghadapi masalah-masalah yang ada di lapangan.

Google News

Komentar Anda:

Anda telah berhasil berlangganan di Sabili.id
Selanjutnya, selesaikan pembayaran untuk akses penuh ke Sabili.id
Assalamu'alaikum! Anda telah berhasil masuk.
Anda gagal masuk. Coba lagi.
Alhamdulillah! Akun Anda telah diaktifkan sepenuhnya, kini Anda memiliki akses ke semua artikel.
Error! Stripe checkout failed.
Alhamdulillah! Your billing info is updated.
Error! Billing info update failed.