Beberapa sanksi Uni Eropa (UE) terhadap Suriah akan dicabut. Hal itu sebagai bagian dari langkah UE untuk membantu menstabilkan Damaskus setelah penggulingan Presiden Bashar al-Assad pada bulan Desember lalu.
UE juga memutuskan untuk mencabut sanksi embargo terhadap teknologi minyak dan gas, mencabut larangan ekspor bahan bakar jet dan sekaligus membuka kembali maskapai penerbangan Suriah untuk memfasilitasi penerbangan sipil.
Selain itu, UE juga akan mencabut sanksi yang dikenakan kepada Bank Sentral Suriah, yaitu Bank Industri, Bank Kredit Rakyat, Bank Tabungan, dan Bank Koperasi Pertanian.
Kementerian Luar Negeri Suriah menyambut baik keputusan UE. Mereka mengatakan bahwa keputusan ini menunjukkan perkembangan yang positif bagi hubungan Suriah dengan komunitas internasional. “Keputusan UE itu merupakan perkembangan yang positif untuk mengurangi kesulitan ekonomi rakyat Suriah, dan menunjukkan adanya hubungan yang progresif antara Suriah dengan komunitas internasional,” demikian Kementerian Luar Negeri Suriah.
Kementerian Luar Negeri Suriah pun menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan awal dari dialog yang lebih luas. Mereka juga meminta negara-negara yang menjatuhkan sanksi terhadap Suriah untuk mengambil langkah-langkah lebih lanjut guna mencabut semua sanksi yang tersisa, sanksi yang akan menghambat pemulihan Suriah.
Sumber: Al Jazeera Mubasher

Jadilah bagian dari perjuangan Sabili
Bangun Indonesia dengan Literasi!