40 Hari Pasca Bencana Aceh, BSMI Terus Menjaga Asa

40 Hari Pasca Bencana Aceh, BSMI Terus Menjaga Asa
40 Hari Pasca Bencana Aceh, BSMI Terus Menjaga Asa/foto:istimewa

Empat puluh hari pasca bencana melanda Aceh Tamiang, kondisi wilayah terdampak masih jauh dari kata pulih. Di sejumlah kampung, aliran listrik belum sepenuhnya menyala. Lumpur masih mengendap di rumah-rumah warga, sementara debu tebal menyelimuti aktivitas harian masyarakat. Akses terhadap layanan dasar, terutama kesehatan, juga masih menjadi persoalan serius bagi warga terdampak.

Di tengah kondisi tersebut, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) menyalurkan bantuan kemanusiaan dengan tiba langsung di Aceh Tamiang pada 1 Januari 2026. Di tengah keterbatasan akses, lumpur yang belum sepenuhnya luruh, serta listrik yang masih padam di sejumlah wilayah, relawan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) terus berjuang menjangkau masyarakat. Medan yang sulit, debu tebal, dan kondisi lingkungan yang belum pulih, tidak menyurutkan langkah para relawan untuk memastikan bantuan kemanusiaan dan layanan kesehatan tetap sampai kepada warga yang membutuhkan.

Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan mendesak masyarakat. Mulai dari filter air bersih, sabun batang, sampo, minyak telon, minyak kayu putih, makanan bayi, mukena, pakaian dalam, hygiene kit, pembalut, obat-obatan dan alat kesehatan, masker medis, sarung, hingga makanan sachet. Seluruh bantuan itu ditujukan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar di tengah keterbatasan yang masih mereka hadapi.

Tidak hanya menyalurkan logistik, BSMI juga membuka posko medis di Kampung Durian, Aceh Tamiang. Sejak dibuka, posko tersebut dipadati warga. Antrean panjang terlihat sejak pagi hari, menandakan besarnya kebutuhan akan layanan kesehatan di wilayah tersebut.

Dokumentasi penyaluran bantuan

Salah satu kisah yang mencuat dari posko medis adalah cerita Sasa. Sasa adalah seorang perempuan muda dengan dua anak, yang baru saja melahirkan bayinya di tengah kondisi pascabencana. Ia mengungkapkan, betapa sulit mencari dokter kandungan sejak bencana terjadi. Dengan mata berkaca-kaca, Sasa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada dr. Prita Kusumaningsih dan Tim BSMI yang telah memberinya layanan dan pendampingan medis.

Menanggapi ucapan terima kasih tersebut, dr. Prita menyampaikan apresiasinya kepada Sasa. “Anaknya berumur dua bulan dan alhamdulillah beliau memberikan ASI eksklusif di tengah kondisi yang seperti ini. Saya sangat mendukung dan mengapresiasi Ibu Sasa,” ujarnya.

Hingga kini, kondisi masyarakat Aceh Tamiang masih sangat membutuhkan bantuan, terutama dalam aspek kesehatan, mulai dari layanan medis dasar, kesehatan ibu dan anak, hingga ketersediaan obat-obatan.

Bencana memang telah berlalu. Namun, dampaknya masih dirasakan. Aceh Tamiang belum benar-benar bangkit. Uluran tangan, kepedulian, dan solidaritas kita semua, masih sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat kembali menjalani hidup dengan layak dan bermartabat. Artikel ini adalah hasil liputan Sabili.id langsung dari Aceh, sebagai bagian dari program “Jurnalisme Kemanusiaan Sabili.id di Aceh”.

Google News

Komentar Anda:

Anda telah berhasil berlangganan di Sabili.id
Selanjutnya, selesaikan pembayaran untuk akses penuh ke Sabili.id
Assalamu'alaikum! Anda telah berhasil masuk.
Anda gagal masuk. Coba lagi.
Alhamdulillah! Akun Anda telah diaktifkan sepenuhnya, kini Anda memiliki akses ke semua artikel.
Error! Stripe checkout failed.
Alhamdulillah! Your billing info is updated.
Error! Billing info update failed.