
Siti Fatimah Azzahra
Total 55 Artikel
Artikel Saya

Hijrah: Jalan Menuju Merdeka yang Sejati
Di momen yang penuh semangat kemerdekaan ini, kita tak cuma diajak mengingat perjuangan para pahlawan yang membebaskan negeri dari penjajahan fisik, tetapi juga untuk merenung, sudahkah kita memerdekakan hati dan jiwa kita sendiri?
Artikel Lainnya
Cinta untuk Gaza
Jika tak mampu mengangkat senjata, biarlah air mata ini jadi saksi. Jika tak sanggup menyusup ke barisan mujahid, biarlah hati ini terus berpihak dan bersaksi. Di setiap sujud, ada Palestina dalam nama Di setiap langkah, ada niat menapak ke arah-Mu bersama mereka.
Di Depan Kedubes AS, API Palestina Serukan Kecaman terhadap Agresi Penjajah Israel
Aksi solidaritas yang dipelopori Aliansi Pemuda Indonesia untuk Palestina (API Palestina) pada Ahad (20/4/2025) di depan Kedubes AS digelar sebagai bentuk dukungan terhadap rakyat Palestina dan seruan kecaman terhadap agresi militer Penjajah Israel yang terus berlangsung.
Jakarta dalam Kilas Perjalanan dan Sepotong Renungan
Ini adalah sedikit refleksi dari perjalanan yang aku lalui sehari-hari. Perjalanan saat baru pergi untuk memulai rutinitas, ataupun perjalanan pulang menjelang malam – saat mana lelah telah bertumpuk seusai melakukan aktifitas seharian. Perjalanan sehari-hari dengan menggunakan Transjakarta.
Jejak Embun yang Hilang
Saat harap-harap itu tak kunjung mewujud nyata, maka jiwa pun harus rela menanggung kecewa. Betapa pun luka di hati semakin lebar menganga, semua rasaku, tentu bukan salahnya. Kepadaku, semesta berkata: "Tidak semua yang tumbuh, akan bertemu tanahnya".
Mesin Waktu
Biarlah waktu tetap menjadi misteri. Bukan lorong yang bisa kita lewati sesuka hati. Sebab, di balik setiap detik yang tak bisa kembali, tersimpan arti yang hanya bisa dipahami nanti.
Serumit Menjadi Kita
Tak bisakah kita hidup di dunia ini dengan saling menyayangi saja? Saling menyayangi sekadarnya, tanpa menaruh harap berlebih agar tak perlu kecewa? Tak saling menyakiti, agar tak perlu ada yang pergi? Saling memahami, agar tak timbul prasangka yang mengotori hati?