Semua Artikel Menarik di Rubrik Hikmah - Sabili.id
Artikel Terbaru

Guru Zuhdi dan Simpang Siur Perlindungan Anak di Sekolah
Hari Anak Nasional semestinya tak hanya soal melindungi fisik anak. Tetapi juga soal melindungi mentalitas mereka dari sikap malas, tidak disiplin, masa bodoh akibat dari dimanjakan secara berlebihan.
Artikel Lainnya
Indonesia: Ketika Demokrasi Seiring Sejalan dengan Korupsi
Semua teori demokrasi seperti tak berlaku di rawa-rawa politik Indonesia. Terlalu banyak buayanya, sehingga demokrasi yang terlihat gegap-gempita itu senyatanya hanya prosedural belaka. Pemilu sekadar jadi ajang jual-beli suara.
Prioritaskan Akhirat dalam Memakmurkan Bumi
Nabi ﷺ mengajarkan kita untuk memiliki cita-cita tinggi yang mengarah kepada tujuan akhirat, bukan sekadar dunia. Dunia bukanlah tujuan utama, dan mencari harta bukanlah tujuan akhir. Yang terpenting adalah mencari ridha Allah, menjalankan perintah-Nya.
“Anakku, Makan Siang Gratismu itu Mahal Banget...”
Ibu muda itu tak habis mengerti dengan kebijakan yang ia nilai aneh itu. Memberi makan anak adalah kewajiban orang tua. Mengapa pemerintah mengambil alihnya?
Adili Jokowi, Siapa Berani?
Aksi vandalisme “Adili Jokowi” tampaknya perlu dilihat lebih serius. Dilanjutkan konvoi “Adili Jokowi” di beberapa tempat. Setelah ramai berita tentang vandalisme dan konvoi Adili Jokowi, pesan serupa juga menjadi trending topic di platfom X . Siapa yang menjadi dirigen aksi “Adili Jokowi” itu?
Gas Melon dan Sopir Angkot
ESDM tak boleh berperilaku layaknya sopir angkot. Mengerem mendadak saat ada perintah penumpang, “Stop Bang..”, tanpa perhatikan rambu, apakah boleh berhenti atau tidak, langsung saja mobil dihentikan. Tentu tindakan ini membahayakan diri sopir, penumpang, dan dapat mengacaukan arus lalu lintas.
Ibarat Pagar Makan Kedaulatan!
“Ibarat pagar makan kedaulatan” menemukan momentum sejarahnya pada waktu-waktu ini. Pagar sepanjang 30 KM di pesisir Tangerang yang masih jadi teka-teki (padahal sudah jelas jawabannya) adalah momentum itu. Pasti ada udang di balik batu!
Dokumen Hasto: Tak Berdaya Ledak tetapi Berdaya Kompromi?
Tampaknya dokumen itu lebih dimaksudkan sebagai upaya menjaga “tradisi lama” yang pernah mereka terapkan bersama (Kubu Hasto dan Kubu Jokowi) saat masih berhubungan mesra.