Semua Artikel Menarik di Rubrik Puisi - Sabili.id
Artikel Terbaru

Takbir dan Pelukan-Mu
Panggilan-Mu tak pernah memudar, memanggil jiwa yang lupa pulang, mengundangnya kembali kepada cinta yang abadi.
Artikel Lainnya
Jejak Embun yang Hilang
Saat harap-harap itu tak kunjung mewujud nyata, maka jiwa pun harus rela menanggung kecewa. Betapa pun luka di hati semakin lebar menganga, semua rasaku, tentu bukan salahnya. Kepadaku, semesta berkata: "Tidak semua yang tumbuh, akan bertemu tanahnya".
Mesin Waktu
Biarlah waktu tetap menjadi misteri. Bukan lorong yang bisa kita lewati sesuka hati. Sebab, di balik setiap detik yang tak bisa kembali, tersimpan arti yang hanya bisa dipahami nanti.
Serumit Menjadi Kita
Tak bisakah kita hidup di dunia ini dengan saling menyayangi saja? Saling menyayangi sekadarnya, tanpa menaruh harap berlebih agar tak perlu kecewa? Tak saling menyakiti, agar tak perlu ada yang pergi? Saling memahami, agar tak timbul prasangka yang mengotori hati?
Abadi dalam Kata
Yang fana itu waktu, bukan kamu. Kita abadi, kata Sapardi. Kamu, aku, kita semua, akan abadi. Bila namamu dan namaku terukir dalam aksara, dan cerita kita mengalir bersama kata.
Tentang Melepaskan
Memang tak mudah, tetapi langkah pertama ini menunjukkan betapa kamu kuat. Meski sesak di hati sungguh melesak-lesak, dan remuk redam di kedalaman jiwamu tak dapat dielak. Maka, biarkan saja waktu yang akan menyembuhkanmu kelak.
Masa yang Tak Terulang
Momen-momen kebersamaan yang tak bisa terulang, Berkumpul dan berbagi tawa dengan kawan-kawan, Belajar bareng sampai ketiduran, Bolos ke kantin sambil beli jajanan ...