Pasukan Elit Israel Desersi Massal, Sinyal Kudeta?

Pasukan Elit Israel Desersi Massal, Sinyal Kudeta?
Pilot Tempur Israel/reuters

Puluhan personel pilot yang tergabung dalam skuadron tempur Israel menolak ikut serta dalam latihan militer yang dijadwalkan berlangsung hari ini, rabu 7 Maret 2023. Skuadron tempur yang berbasis di Pangkalan Udara Hatzrim, Israel Selatan ini merupakan salah satu pasukan elit yang dimiliki oleh Angkatan Udara Israel. Tercatat sejumlah misi penting pernah diemban, diantaranya serangan terhadap instalasi nuklir suriah pada tahun 2007 dan pengeboman terhadap milisi Iran di Suriah.

Desersi massal ini imbas dari amandemen UU Peradilan yang digagas oleh rezim Netanyahu. Dilansir dari media Israel Haaretz, desersi tersebut diumumkan lewat sebuah pernyataan bersama. Tercatat 37 dari 40 pilot tempur “Skuadron Palu” ikut andil dalam desersi massal ini.

Haim Ramon (mantan Menteri Kehakiman dan Dalam Negeri Israel) yang muncul di saluran televisi swasta Israel “Channel 12”, menyatakan bahwa desersi skuadron tempur adalah indikasi kuat runtuhnya tatanan sosial dan konstitusional di Israel. Ia juga mengingatkan dampaknya bagi eksistensi Israel di masa depan.

Selasa lalu, Pasukan cadangan yang bertugas di batalion 8200 mengultimatum pemerintah, batalion yang bertugas dibawah koordinasi Dinas Intelejen Israel ini mengancam akan melakukan desersi massal jika pemerintah bersikeras untuk mengamandemen UU Peradilan.

Di tempat terpisah, Netanyahu juga mendapat aksi boikot dan protes keras dari pilot maskapai nasional, El Al. Sedianya ia dijadwalkan melakukan lawatan kenegaraan menuju Italia untuk bertemu dengan Perdana Menteri Giorgia Meloni pada kamis, 8 Maret 2023 menggunakan Maskapai El Al. Tapi seluruh pilot, co-pilot dan awak kabin tidak ada yang bersedia untuk ditugaskan. Mereka kompak memboikot Netanyahu.

Demonstran mengepung salon kecantikan yang sedang dikunjungi Sarah/mayadeen

Serentetan penolakan dan pembokiotan bertubi-tubi tidak hanya menimpa Netanyahu, tetapi juga istrinya, Sarah. Pekan lalu, puluhan orang menggeruduk sebuah salon kecantikan di kota Tel Aviv, dimana Sarah sedang berada di dalamnya. Dalam insiden ini Menteri Kemanan Nasional, Itamar Ben Gvir bahkan harus turun tangan untuk “membebaskan” Sarah dari kepungan dan amarah demonstran. Ia memerintahkan polisi segera menuju lokasi untuk mengamankan Sarah dan membubarkan demonstran.

Sebagaimana diketahui Israel memanas sejak beberapa bulan terakhir, khususnya, pasca pelantikan Netanyahu sebagai Perdana Menteri untuk kedua kalinya. Tuduhan korupsi dan anti demokrasi menjadi tuduhan yang melekat pada rezim ini. Terbaru adalah upaya pemerintah untuk mengamandemen UU Peradilan yang direspon dengan demo puluhan ribu warga Israel selama 9 pekan berturut-turut. Pengamat menilai bahwa amandemen tersebut adalah jurus selamat Netanyahu dari jerat hukum yang membayanginya. Tidak sedikit pengamat dan aktivis pro demokrasi yang memprediksi bahwa ini adalah awal dari kehancuran Israel.

Google News

Komentar Anda:

Anda telah berhasil berlangganan di Sabili.id
Selanjutnya, selesaikan pembayaran untuk akses penuh ke Sabili.id
Assalamu'alaikum! Anda telah berhasil masuk.
Anda gagal masuk. Coba lagi.
Alhamdulillah! Akun Anda telah diaktifkan sepenuhnya, kini Anda memiliki akses ke semua artikel.
Error! Stripe checkout failed.
Alhamdulillah! Your billing info is updated.
Error! Billing info update failed.