Surya Paloh dan Harapan untuk Aceh

Surya Paloh dan Harapan untuk Aceh
Ilustrasi Surya Paloh dan Masjid Raya Aceh / sabili.id

Ahad, 6 Agustus 2023, pukul 16.00 WIB, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Aceh menggelar silaturrahmi antara Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, dengan para cendekiawan, ulama, akademisi, dan tokoh-tokoh Aceh, di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh. Menurut Sekretaris Umum DPW Nasdem Aceh, Muslim Ayup, acara tersebut digelar secara tiba-tiba. Undangan sempat beredar via whatsapp Ahad pagi, 6 Agustus 2023.

Ketua DPW Nasdem Aceh, Taufikurrahman, berucap, acara silaturrahmi tersebut digelar berdasarkan permintaan beberapa tokoh Aceh yang hendak bertemu dan bertukar pikiran dengan Surya Paloh. Lalu diambil inisiatif, diadakanlah silaturrahmi yang lebih luas tersebut.

Acara berjalan lancar, bersahabat, serius, dan fokus, kendati sempat bergeser waktunya hampir satu jam, karena peserta menunaikan shalat Ashar terlebih dahulu sebelum ikut acara yang dihadiri oleh alim ulama, para guru besar, akademisi, tokoh masyarakat, utusan ormas, dan insan pers itu. Dari pihak Nasdem, selain anggota DPW dan DPD Banda Aceh, juga hadir bacaleg DPR RI dapil 1, Dr. Abdullah Puteh, dan mantan Ketua Umum DPW Nasdem Aceh, Zaini Jalil.

Pidato Surya Paloh

Menggunakan waktu lebih kurang satu jam, Surya Paloh berpidato dengan sangat bersemangat dan bergairah sebagaimana penampilannya setiap hari yang bersahaja, serius, dan tegas. Para peserta merasakan pidato yang diawali perkenalan diri itu sangat aspiratif dan menyentuh kalbu, karena dimulai dari kisah permulaan karirnya yang berkembang sejak usia 14 tahun. Di usia tersebut, Surya Paloh sudah bergerak dan berkembang dalam bidang bisnis, yang kemudian diperkuat oleh pengalaman organisasi pemuda, ormas, dan orpol. Beliau dalam usia muda sempat menjadi Anggota DPRD Kota Medan, kemudian menjadi petinggi Golkar sampai mendirikan Partai Nasdem.

Menurut dia, Nasdem lahir sebagai upaya koreksi terhadap partai-partai lain yang sudah ada sebelum Nasdem ada. Nasdem lahir dengan gerakan “restorasi untuk Indonesia” dalam upaya meningkatkan martabat, gezah, dan wibawa bangsa Indonesia, sehingga menjadi sebuah kebanggaan bagi kita sebagai warga negara yang belum wujud sebelum Nasdem Lahir. Kita ingin bangsa ini bermartabat, bermoral, berpengetahuan, dan mampu bersaing dalam kancah pergerakan dunia global, bukan hanya di peringkat kabupaten/kota, provinsi, dan negara saja.

Di dalam pidatonya, Surya Paloh lebih fokus mengungkapkan upaya untuk mengembangkan Aceh yang berpenduduk hanya sekitar lima juta orang ini. Bahkan, suatu ketika dahulu, bangsa Aceh ini terancam punah ketika indeks kelahiran lebih rendah dibandingkan dengan indeks kematian di bumi Aceh dan ini tidak banyak orang tahu. Walau demikian, hari ini sudah normal kembali, ungkapnya. Beliau berharap, orang Aceh serius memikirkan bagaimana memajukan Aceh di peringkat nasional dan internasional dengan kekhususan dan keistimewaan yang dimiliki oleh Aceh hari ini. Kekhususan dan keistimewaan tersebut tidak dimiliki oleh provinsi lain secara simultan sebagaimana yang dimiliki Aceh. Karenanya, Aceh sangat rugi kalau tidak mampu memanfaatkan fasilitas yang ada tersebut.

Restorasi untuk Aceh, katanya, untuk memperkuat dan memugar kejayaan masa lampau yang megah dengan Sultan Iskandar Muda-nya, dengan Laksamana Malahayati-nya, dengan Tengku Chik di Tiro-nya, dengan Teuku Umar dan Cut Nyak Dhien-nya. Dengan itu semua, restorasi untuk Aceh harus diwujudkan dengan memperkuat adat istiadat dan kearifan lokal yang sedia ada. Kita satu-satunya provinsi yang berlaku syariat Islam, bagaimana kita berikan cerminan syariat Islam itu sebagai contoh teladan yang baik kepada provinsi lain yang tidak memilikinya. Jangan sampai dengan berlakunya syariat Islam tersebut membuat Aceh salah-salah semakin terpuruk, semakin tertinggal, semakin mundur, dan semakin dicemooh orang.

Terkesan dalam pidatonya, Surya Paloh mencoba mengajak rakyat Aceh untuk mengedepankan persahabatan di segala bidang, antar sesama orang yang menjadi rakyat Nanggroe Aceh. Seolah-olah beliau mengharapkan generasi muda Aceh bekerja dan berbuat seperti yang beliau lakukan, sehingga seluruh orang Aceh harus berjaya dan menjadi tokoh-tokoh nasional dan internasional. Seolah-olah beliau mengajak semua bangsa Aceh jangan salah kaprah dengan implementasi syari’at Islam di Aceh, sehingga orang Aceh semakin kaku, jumud, tersungkur, dan terbelakang dalam kehidupan. Islam dan Syari’at Islam itu datang bersamaan dengan gerakan perubahan, yang dalam bahasa Nasdem disebut restorasi.

Tanggapan Peserta

Hanya ada enam orang penanggap yang sempat memperoleh kesempatan dalam acara tersebut, keburu waktunya menuju waktu maghrib. Dua profesor penanggap awal secara berurutan cenderung memberi sanjungan dan apresiasi kepada Surya Paloh. Penanggap ketiga yang seorang profesor berlatarbelakang kesehatan, mengemukakan problematika anak stunting di Aceh yang sangat mengkhawatirkan seraya mengkritik pengesahan Undang-undang Kesehatan yang salah kaprah oleh DPR RI.

Sedangkan penanggap keempat datang dari orang berlatarbelakang ulama, dengan sejumlah ayat dan hadits bagaimana kita berupaya memperoleh kemenangan dalam sebuah perjuangan, yang dialamatkan kepada upaya mendorong majunya Anies Baswedan sebagai calon Presiden RI. Penanggap kelima, seorang perempuan bergelar doktor, cenderung memperkenalkan diri, mengapresiasi gerak langkah Nasdem memajukan Anies sebagai presiden, dan curhat perempuan tidak mendapatkan posisi dalam negara. Padahal, Aceh memiliki beberapa orang pemimpin perempuan di masa dahulu, tetapi sekarang kami tidak diberikan kesempatan oleh pihak-pihak tertentu di Aceh, katanya.

Dari enam penanggap tersebut, terkesan tidak satu pun yang fokus menanggapi isi pidato Surya Paloh yang mengajak forum untuk mendongkrak Aceh lebih maju dari kemajuan yang pernah ada tempo dulu di zaman Iskandar Muda, masa Tengku Chik di Tiro, era PUSA, maupun kemerdekaan. Tidak ada juga yang menanggapi tentang kesuksesan pribadi yang digerakkannya mulai dari usaha kecil sampai menjadi pengusaha, politikus, dan tokoh nasional. Yang sangat penting, adalah tidak ada seorang penanggap pun yang menyinggung keikhlasan beliau berbuat bukan untuk kepentingan pribadi melainkan untuk kepentingan bangsa dan negara. Bukti konkritnya adalah beliau mendorong Anies menjadi calon presiden RI, bukan mengajukan dirinya sendiri seperti ketua-ketua partai lain.

Yang lebih dahsyat lagi prilaku para ketua partai lain adalah, kalau dirinya tidak diterima oleh rakyat menjadi pemimpin di negeri ini tidak segan-segan menyodorkan anaknya atau tidak pernah takut menjilat kepada pemimpin terpilih agar mendapatkan jabatan semisal menteri. Semua itu tidak dilakukan seorang Surya Paloh. Sayang ini semua luput dari tanggapan para peserta dalam silaturrahmi tersebut. Lazimnya orang-orang kita, kalau ada kesempatan berbicara, langsung saja menjual obatnya sendiri, tanpa peduli jualan obat orang sebelumnya. Maka hasilnya jauh panggang dari api. Lain yang dihantar Pak Surya lain pula yang ditanggapi para peserta.

Semestinya para penanggap tersebut tidaklah memberi kesan mengajari Surya Paloh tentang bisnis, tentang politik, tentang syariat Islam dan tentang sesuatu yang beliau sudah paham. Itu namanya “mengajari itik berenang”, yang dalam bahasa Aceh disebut jak bi bu keu ureung troe, jak peukawen ureung inong nyang kana lakoe (memberi makan orang kenyang dan mengawinkan perempuan bersuami).

Maka, hasilnya pun pak Surya tidak menanggapi satu pun komentar para pembicara dan penanggap tersebut. Sambil senyum-senyum beliau berucap, “Saya tidak menanggapi apa yang bapak-bapak sampaikan karena waktu yang tidak memungkinkan lagi. Yang jelas, dengan mendorong Anies untuk menjadi Calon Presiden, dampaknya sangat dahsyat sekali, dan tidak cukup waktu untuk saya kemukakan di sini.” Lalu beliau menutup dengan ucapan salam.

Google News

Komentar Anda:

Anda telah berhasil berlangganan di Sabili.id
Selanjutnya, selesaikan pembayaran untuk akses penuh ke Sabili.id
Assalamu'alaikum! Anda telah berhasil masuk.
Anda gagal masuk. Coba lagi.
Alhamdulillah! Akun Anda telah diaktifkan sepenuhnya, kini Anda memiliki akses ke semua artikel.
Error! Stripe checkout failed.
Alhamdulillah! Your billing info is updated.
Error! Billing info update failed.