M. Hilal Tri Anwari
Total 134 Artikel
Artikel Saya
Meluruskan Letak Kemaluan Bangsa
Malu adalah kata sifat. Kemaluan adalah kata benda (merujuk pada bendanya). Kemaluan dibentuk dari kata dasar malu. Menurut KBBI, Kemaluan juga berarti mendapatkan malu, hal malu, atau yang menyebabkan rasa malu. Namun, dua makna terakhir itu tak lagi dimengerti masyarakat.
Artikel Lainnya
Ngalah, Ngalih, Ngamuk: Saat Rakyat Tak Lagi Punya Pilihan
Negara kerap melihat ngamuk sebagai ancaman yang harus dipadamkan dengan aparat. Padahal, dalam kearifan Jawa, ngamuk adalah tanda bahwa dua tahap sebelumnya — ngalah dan ngalih — telah gagal difahami oleh pihak yang berkuasa.
Guru Zuhdi dan Simpang Siur Perlindungan Anak di Sekolah
Hari Anak Nasional semestinya tak hanya soal melindungi fisik anak. Tetapi juga soal melindungi mentalitas mereka dari sikap malas, tidak disiplin, masa bodoh akibat dari dimanjakan secara berlebihan.
Tertangkapnya Maryoto, Buron 16 Tahun karena Korupsi Rp 37 Juta: Harus Sedih atau Bahagia?
Kasus Maryoto hanya menimbulkan kerugian yang relatif kecil, 37 juta Rupiah. Haruskah bersyukur atas tertangkapnya Maryoto? Atau meratapi penegakan hukum yang tumpul rasa keadilannya? Benarkah kita sedang menegakkan hukum tanpa tebang pilih?
Indonesia: Ketika Demokrasi Seiring Sejalan dengan Korupsi
Semua teori demokrasi seperti tak berlaku di rawa-rawa politik Indonesia. Terlalu banyak buayanya, sehingga demokrasi yang terlihat gegap-gempita itu senyatanya hanya prosedural belaka. Pemilu sekadar jadi ajang jual-beli suara.
“Anakku, Makan Siang Gratismu itu Mahal Banget...”
Ibu muda itu tak habis mengerti dengan kebijakan yang ia nilai aneh itu. Memberi makan anak adalah kewajiban orang tua. Mengapa pemerintah mengambil alihnya?
Adili Jokowi, Siapa Berani?
Aksi vandalisme “Adili Jokowi” tampaknya perlu dilihat lebih serius. Dilanjutkan konvoi “Adili Jokowi” di beberapa tempat. Setelah ramai berita tentang vandalisme dan konvoi Adili Jokowi, pesan serupa juga menjadi trending topic di platfom X . Siapa yang menjadi dirigen aksi “Adili Jokowi” itu?
Gas Melon dan Sopir Angkot
ESDM tak boleh berperilaku layaknya sopir angkot. Mengerem mendadak saat ada perintah penumpang, “Stop Bang..”, tanpa perhatikan rambu, apakah boleh berhenti atau tidak, langsung saja mobil dihentikan. Tentu tindakan ini membahayakan diri sopir, penumpang, dan dapat mengacaukan arus lalu lintas.