Fitya Nabila Rabbani
Total 118 Artikel
Artikel Saya
BSMI Layani Pasien Pascabencana di Aceh Tamiang: Tinjau Pusat Kesehatan dan Datangi Pasien
Ketika melakukan kunjungan kemanusiaan ke Aceh Tamiang, Tim BSMI meninjau sebuah ruko yang rencananya akan dibangun menjadi Pusat Pelayanan Kesehatan dan Rehabilitasi. Selain tinjau lokasi, di hari itu BSMI juga mendatangi langsung pasien dengan kondisi patah tulang.
Artikel Lainnya
Korban Selamat Banjir Aceh: “Kita Hanya Bisa Berserah kepada Allah atau Hanyut Bersama Air”
Teungku Sahal Muhammad AR, Lc, MA adalah salah satu korban selamat yang bertahan tujuh hari tujuh malam di tengah banjir Aceh Tamiang. Ia yakin, jika bukan karena pertolongan Allah, ia telah hanyut terbawa arus.
Membaca Realita di Sumatera: Bahlil Jangan Bohong Lagi!
Ketika Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan kepada presiden bahwa 93 persen
listrik di Sumatera sudah pulih, banyak warga merasa bahwa itu bertolak belakang dengan
kenyataan yang mereka alami. Bagi mereka, angka itu sangat keliru dan terasa jauh dari
kondisi lapangan.
Gubernur Aceh: Tidak Ada yang Bisa Menolong Kita Selain Rahmat Allah
BNPB mencatat, sampai 8 Desember 2025, 904.100 warga Aceh masih mengungsi akibat banjir dan longsor. Sebanyak 389 orang meninggal dunia. Ribuan lainnya terluka. Selain itu, ribuan rumah hancur, desa-desa rusak, fasilitas umum lumpuh, dan jalur penghubung antar desa terputus.
Renungan Panjang untuk Kita: Tidak Ada Ekonomi di Tanah yang Mati
Ketika hutan hilang, bukan hanya pohon yang runtuh, tetapi juga ekonomi rakyat. Petani kehilangan lahan garapan, nelayan sungai kehilangan ikan, masyarakat adat kehilangan rumah dan identitas mereka. Anak muda pun terpaksa meninggalkan desa dan menjadi buruh murah di kota.
Deretan Nama Pejabat yang Harus Bertanggung Jawab atas Bencana di Sumatera
Korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Sumatera telah mencapai 836 jiwa. Sekitar 518 orang hilang, 2.700 orang luka-luka, 576.300 orang mengungsi, dan 10.500 rumah rusak.
Luka Sumatera, Luka Indonesia
Tragedi yang terjadi di Sumatera bukan sekadar peristiwa alam yang datang tanpa sebab. Ini adalah puncak dari rangkaian panjang perusakan ekologis yang dilakukan atas nama pembangunan. Jadi, siapa sesungguhnya yang paling diuntungkan dari aktivitas tambang yang menggerus tanah itu?
Geger di Jantung PBNU: Pertarungan Sunyi antara Marwah Kiai dan Jejak Kontroversi Sang Ketua Umum
Berita pemecatan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, oleh Rais Aam KH Miftachul Akhyar mengejutkan banyak pihak. Surat Keputusan Syuriah itu pun beredar cepat, disusul klarifikasi dari PBNU yang menilai keputusan itu “tidak prosedural”.