Sabili.id
Total 902 Artikel
Artikel Saya
Ajak Nonton Bareng Film "Hayya 3: Gaza", Adik Asuh RISKA Tegaskan Berdiri Bersama Palestina
Acara Nobar Charity itu telah dipersiapkan sejak tiga minggu lalu, dari perencanaan konsep, koordinasi dengan berbagai pihak, hingga pelaksanaan di lapangan. Harapannya, kegiatan nobar itu dapat memberikan dampak nyata bagi Palestina dan program Adik Asuh RISKA.
Artikel Lainnya
Berbagai Komunitas Peduli Palestina Bandung Protes Penculikan Aktivis Kemanusiaan dalam Kapal Madleen oleh Penjajah Israel
Berbagai komunitas peduli Palestina Bandung menggelar emergency protest di Monumen Solidaritas Asia Afrika, Senin (9/6/2025). Aksi itu digelar sebagai respon terhadap penculikan 12 orang aktivis dari berbagai negara yang sedang berada di dalam kapal Madleen.
Donor Darah di Tengah Dentuman Bom
Ini adalah pengalaman donor darah seorang relawan dokter yang tergabung dalam EMT BSMI yang diterjunkan ke Gaza, Dr. Prita Kusumaningsih, SpOG. Tak hanya tentang prosedur medis, tetapi juga tentang keberanian, kepedulian, dan solidaritas di tengah-tengah krisis.
Dokter Gaza Yang 9 Anaknya Syahid
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Sabili.id (@mediasabili)
Supporter PSG : Kami Anak-anak Gaza
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Sabili.id (@mediasabili)
The Iron Woman : Dokter Ala Najar & Kisah Syahid 9 Buah Hati Serta Sang Suami Tercinta
kuti juga konten lainnya di sosial media kami:
Instagram: https://www.instagram.com/mediasabili
Fanspage: https://www.facebook.com/mediasabili
YouTube: https://www.youtube.com/@mediasabili
Telegram : https://s.id/
Para Pemangku Kepentingan di Gayo Lues Dapat Pembekalan Ketahanan Keluarga Islami
Puluhan pemangku kepentingan di Kabupaten Gayo Lues ikut Pembekalan tentang Fungsi Keluarga dan Ketahanan Aqidah Umat Islam, di Aula Kantor MPU Kabupaten Gayo Lues, Selasa (27/5/2025). Mereka adalah tokoh agama, unsur pemerintah, dan anggota masyarakat lain.
Intifada Akademik: Saatnya Kampus Berpihak kepada Kemanusiaan
Lebih dari 36.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, terbunuh dalam agresi militer Israel sejak Oktober 2023. Sistem kekerasan itu salah satunya ditopang dana, teknologi, dan legitimasi dari institusi-institusi akademik. Hal itu memicu gelombang Intifada Akademik.