SMART 171 turut hadir saat forum Rembug Nasional melaksanakan konsolidasi terbaru untuk Menembus Blokade Gaza (MBG) di AQL Islamic Center Jakarta, Sabtu (28/3/2026) sore. Forum itu menjadi bagian dari gerakan internasional “Global Sumud Flotilla”, sebuah gerakan sipil internasional terbesar yang bertujuan mengirimkan bantuan kemanusiaan langsung ke Gaza. Di pertemuan itu, SMART 171 menjadi salah satu peserta yang hadir bersama puluhan NGO (Non Government Organization), tokoh nasional, dan pegiat kemanusiaan dari berbagai tempat.
Rembug Nasional yang diinisiasi oleh Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) bersama sejumlah mitra strategis itu dibuka oleh Ustadz Bachtiar Nasir dan dimoderatori oleh Chikita Fawzi. Di dalam sambutannya, Bachtiar Nasir mengingatkan, gerakan kemanusiaan tidak cukup hanya dengan empati. Butuh bergerak dengan ikhlas.
“Kemenangan tidak diberikan kepada penonton, tetapi kepada yang beriman, berakal, bergerak. Bekal terbaik adalah taqwa. Dimulai dari ikhlas,” katanya.
Ia juga mengingatkan tentang perintah Allah kepada Nabi Musa agar masuk dengan iman dan taqwa. Nabi Musa tidak Allah minta untuk masuk dengan harta benda atau pun senjata.

“Kitab suci Al Qur'an itu prediktif dan bisa melihat pola. Landasan perjalanan kita sebagai Muslim dari Indonesia yaitu Surah Al-Maidah ayat 21. Allah memerintahkan Nabi Musa, 'Masuklah dengan iman dan taqwa! Kalau kamu masuk, pasti menang,' kata Allah,” tuturnya.
Di forum tersebut, Direktur SMART 171 yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Dr. Maimon Herawati, hadir sebagai pembicara. Di dalam pemaparannya, Dr. Maimon menyoroti antusiasme masyarakat Indonesia yang luar biasa tinggi.
“Sudah ada 9.000 orang yang mendaftar. Tetapi tidak semua bisa berangkat karena keterbatasan kapasitas kapal dan logistik. (Di antara yang mendaftar itu) total sekitar 150 orang (berasal) dari Indonesia. Mereka datang dari berbagai latar belakang. Ada tenaga medis, relawan, aktivis kemanusiaan, dan lain-lain,” urainya.
Maimon juga memberikan informasi tentang berbagai perkembangan situasi dan kondisi dari Global Sumud Flotilla (GSF) pusat. Ia menjelaskan, para peserta akan berangkat secara bertahap dari beberapa pelabuhan di Eropa, semisal Spanyol, Italia, Yunani, hingga Turki. Keberangkatan dilakukan sepanjang April 2026.

Ustadz Husein Gaza turut hadir di kesempatan itu. Hadir pula Arie Untung dan Adhin Abdul Hakim. Husein Gaza memaparkan perlunya semangat untuk terus fokus pada pembelaan Masjidil Aqsa, Gaza, dan Palestina. Ajakan slogan untuk terus membela Aqsa pun diteriakkan, "Birruh biddam, nafdika ya Aqsa".
Husein Gaza juga mengutip hadits bahwa seorang Muslim seharusnya mulai dari empati, sayang, hingga cinta dengan sesama saudara Muslim lainnya. "Ibarat satu tubuh yang terluka, sekujur badan akan merasakan tidak enak atau sakitnya," ucapnya.
Rembug nasional ini jelas membawa momentum penting. Bahwa ada kebutuhan mendesak untuk membangun sinergi dan memperkuat kolaborasi lintas lembaga. Semua pihak ingin jaminan, bahwa akses bantuan untuk Gaza tak hanya bisa masuk, tetapi sanggup diperjuangkan secara berkelanjutan dan terukur. Acara ini pun menjadi wadah kolaborasi lintas lembaga di Indonesia untuk mematangkan rencana keberangkatan dan menjadi supporting system agenda internasional ini.
Jadilah bagian dari perjuangan Sabili
Bangun Indonesia dengan Literasi!

