Tanggapi Eskalasi Serangan Israel-AS terhadap Iran, MUI Desak Pemerintah Indonesia Cabut Keanggotaan BoP

Tanggapi Eskalasi Serangan Israel-AS terhadap Iran, MUI Desak Pemerintah Indonesia Cabut Keanggotaan BoP
Tanggapi Eskalasi Serangan Israel-AS terhadap Iran, MUI Desak Pemerintah Indonesia Cabut Keanggotaan BoP / Foto : Dok.MUI

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BoP karena dipandang tidak efektif mewujudkan perdamaian sejati di Palestina. Sebab, yang terjadi justru sebaliknya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melakukan serangan bersama Israel terhadap Iran, dan memicu perang regional yang melibatkan berbagai kekuatan, baik secara langsung maupun melalui proksi. Hal itu antara lain isi tausiyah yang dikeluarkan MUI menanggapi eskalasi serangan Israel-AS terhadap Iran, hingga membuat Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, tewas.

Sebelumnya, Ayatullah Ali Khamenei secara resmi telah dikonfirmasi tewas dalam serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) malam. Di dalam Tausiyah Nomor Kep-28/DP-MUI/III/2026, MUI menyatakan telah mencermati kondisi saat ini, di antaranya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengumumkan serangan militer terhadap Iran. Trump menyebut, serangan AS bersama Israel sebagai serangan "besar-besaran dan berkelanjutan" untuk menghancurkan rudal dan angkatan laut Iran.

Lewat tausiyah yang dikeluarkan tanggal 11 Ramadhan 1447 H/ 1 Maret 2026 itu pula, MUI menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei sebagai akibat serangan Israel-Amerika pada (28/2/26). "Kita menyampaikan Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un (إِنَّا َلِلَِّهِوَإِنَّا إِلَيْهِرَاجِعُونَ). Sebagai syahada kita doakan semoga menjadi penghuni surga, Aamin," tulis tausiyah tersebut.

Di dalam tausiyah yang ditandatangani Ketua Umum, KH Anwar Iskandar, dan Sekretaris Jenderal, Buya Amirsyah Tambunan, MUI menegaskan, saat ini umat Islam di berbagai belahan dunia tengah menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan yang dipandang sebagai bulan penuh rahmat bagi seluruh umat manusia di dunia. Karena itu, seharusnya setiap orang harus menghormati sehingga kesucian bulan Ramadhan bisa kita rawat bersama untuk mewujudkan keamanan, perdamaian berdasarkan persatuan dan kesatuan, sesuai perintah Allah dalam QS Ali Imran:103 yang artinya "Berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. (Ingatlah pula ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayatayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk".

Sebut “Board of Peace” sebagai Neokolonialisme, MUI Desak Pemerintah Evaluasi Setor Dana US$ 1 Miliar
MUI mengritik langkah Pemerintah Indonesia bergabung dalam inisiatif Board of Peace (BoP) bentukan AS. MUI juga merespons keras rencana pemerintah menyetorkan dana kontribusi awal sebesar US$ 1 miliar (sekitar Rp 16 triliun) sebagai syarat keanggotaan dalam BoP.

MUI pun mengutuk serangan Israel yang didukung Amerika Serikat, karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan pembukaan UUD 1945 yaitu "...ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial." MUI memahami bahwa serangan Iran ke negara teluk adalah sebuah pembalasan atas serangan Amerika dan Israel yang sasarannya adalah pangkalan militer. Serangan balasan Iran ini dibenarkan dan dilindungi oleh hukum internasional. "Karena itu, untuk menghindari ekskalasi yang lebih luas, maka Amerika dan Israel harus menghentikan serangan ke Iran karena serangan ini bertentangan dengan pasal 2 (4) Deklarasi PBB yang menyebutkan bahwa semua Negara Anggota wajib menahan diri dalam hubungan internasional mereka dari ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik negara mana pun, atau dengan cara lain yang tidak sesuai dengan tujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)," tegas KH Anwar Iskandar dalam Tausiyah MUI.

Menurut MUI, serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, yang kemudian telah dibalas oleh Iran, merupakan eskalasi serius yang berpotensi menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam konflik terbuka yang lebih luas. Situasi ini tidak boleh dipandang sebagai insiden terpisah, melainkan bagian dari konfigurasi geopolitik yang lebih besar. "Ini adalah tugas dan tanggung jawab semua negara untuk mewujudkan perdamaian agar dapat melakukan perlindungan maksimal terhadap warga sipil," tegasnya.

MUI menilai, motif strategis di balik serangan ini patut diduga sebagai upaya sistematis melemahkan posisi strategis Iran di kawasan, sekaligus membatasi dukungan Iran terhadap perjuangan untuk kemerdekaan Palestina. "Di dalam konteks konflik Israel–Palestina, MUI mendorong berbagai negara untuk menjadi juru damai guna menghentikan serangan militer yang berpotensi menjadi instrumen tekanan politik guna mengamankan dominasi regional Israel atas Palestina," katanya.

MUI lantas mempertanyakan peran sentral Amerika Serikat dalam pengelolaan konflik Palestina melalui BoP (Board of Peace). "Apakah strategi tersebut sungguh diarahkan untuk perdamaian yang adil, atau justru memperkuat arsitektur keamanan yang timpang dan mengubur kemerdekaan Palestina?" tanya MUI.

Draf Resolusi BoP Bocor! Gaza dalam Bahaya Neo-Kolonialisme
Resolusi BoP menunjukkan pemusatan kekuasaan yang sangat besar pada posisi Ketua Dewan Perdamaian. Sebagai ketua, Donald J. Trump punya kewenangan menentukan pejabat penting, menyetujui kebijakan strategis, hingga mengendalikan Pasukan Stabilisasi Internasional.

Untuk itu, MUI mendesak pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BoP karena dipandang tidak efektif mewujudkan perdamaian sejati di Palestina. Sebab, yang terjadi justru sebaliknya, Trump melancarkan serangan bersama Israel terhadap Iran dan memicu perang regional yang melibatkan berbagai kekuatan, baik secara langsung maupun melalui proksi.

Maka, MUI mengajak umat Islam di berbagai belahan dunia agar terus melakukan Qunut Nazilah secara sungguh-sungguh berdoa dalam shalat untuk memohon pertolongan dan perlindungan Allah Swt terhadap umat Muslim yang sedang mengalami kesulitan, penindasan, atau musibah di berbagai belahan dunia. MUI juga menyerukan kepada PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan OKI (Organisasi Konferensi Islam) untuk melakukan langkah-langkah maksimal guna menghentikan perang dan menghormati hukum internasional. MUI berkeyakinan bahwa perang hanya akan mendatangkan kemudharatan global.

Google News

Komentar Anda:

Anda telah berhasil berlangganan di Sabili.id
Selanjutnya, selesaikan pembayaran untuk akses penuh ke Sabili.id
Assalamu'alaikum! Anda telah berhasil masuk.
Anda gagal masuk. Coba lagi.
Alhamdulillah! Akun Anda telah diaktifkan sepenuhnya, kini Anda memiliki akses ke semua artikel.
Error! Stripe checkout failed.
Alhamdulillah! Your billing info is updated.
Error! Billing info update failed.