Mahita Burhan
Total 37 Artikel
Artikel Saya
Bayang-Bayang Reformasi 98 di Pelupuk Mata Kekuasaan
Alhasil, perlahan terbentuk suasana psikologis yang mirip dengan masa menjelang perubahan besar dalam sejarah politik.
Artikel Lainnya
Harapan Setelah Islah Lirboyo
Islah tak boleh berhenti sebagai peristiwa simbolik. Sekadar foto bersama, pernyataan pers, dan janji manis persatuan. Lebih dari itu, islah harus diterjemahkan sebagai komitmen serius untuk menutup konflik hingga ke akar-akarnya. Kita berharap NU mencapai islah yang seutuhnya.
Menggagas Green Dakwah: Mengembalikan Kelestarian Alam Berparadigma Tauhid
Ketika keseimbangan alam dirusak oleh keserakahan, Islam memandangnya sebagai bentuk kezaliman. Karena itu, krisis ekologis sejatinya adalah krisis tauhid. Ini kegagalan manusia menempatkan dirinya secara proporsional dalam tatanan ciptaan Allah.
Pejabat Khianat, Aparat dan Rakyat Sekarat
Rakyat Indonesia, cukup sudah amarah itu. Cukup. Wakil kita sudah kembali ingat bahwa mereka mengemis suara kepada rakyat. Biarlah ini menjadi tamparan bagi para politisi hedon dan pengkhianat. Bahwa rakyat tetap pemegang daulat.
Matahari Kembar dan Indonesia Gelap
Di dalam perbincangan politik Indonesia, istilah “Matahari Kembar” sering digunakan untuk menggambarkan situasi ketika terdapat dua pusat kekuasaan atau figur dominan di satu institusi, partai politik, atau bahkan dalam pemerintahan. semoga saja “matahari-matahari” itu tak saling menutupi.
Menakar Kesaktian Sakti Wahyu Trenggono: Pagar Laut di Antara Kesetiaan pada Prabowo dan Jokowi
Sakti Wahyu Trenggono dan Jokowi adalah dua politisi yang sama-sama berasal dari Jawa Tengah. Jika dahulu sempat ramai isu perbincangan tentang “17 Orang Jokowi di Kabinet Merah Putih Prabowo”, mungkin Sakti Wahyu Trenggono termasuk dalam daftar itu.
Apa Pentingnya OCCRP Mem-framing Jahat Jokowi?
Dari fakta-fakta tentang OCCRP, tampaknya sulit diketemukan adanya kaitan langsung antara organisasi nirlaba tersebut dengan salah satu kekuatan politik di Indonesia.
Ketika Wapres Dipecat dari Partainya
PDIP mungkin tak terlalu memandang bobot politik Gibran. Ia hanya dikendalikan sang ayah. Tetapi sadarilah, Jokowi tak akan goyang jika sekadar nama baiknya yang diserang. Tetapi jangan coba-coba usik sang anak!