Dosen Institut Attaqwa KH. Noer Alie Perkuat Dakwah Diaspora Indonesia di Hong Kong dan Makau

Dosen Institut Attaqwa KH. Noer Alie Perkuat Dakwah Diaspora Indonesia di Hong Kong dan Makau
Dosen Institut Attaqwa KH. Noer Alie Perkuat Dakwah Diaspora Indonesia di Hong Kong dan Makau / Foto Istimewa

25 April 2026, dua dosen Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi melaksanakan pengabdian kepada masyarakat secara mandiri dengan fokus pada penguatan jaringan dakwah dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia (PMI) di Hong Kong dan Makau. Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Hj. Miftahussaadah Wardi, M.Irkh., bersama Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Iza Ma’rifah, M.Sos.

Melalui kegiatan tersebut, keduanya melakukan observasi, pendampingan, dan penguatan kelembagaan dakwah berbasis komunitas. Narasumber utama, KH. Abdul Muhaemin Karim, M.A., menjelaskan bahwa dakwah di Hong Kong telah berkembang sejak awal 2000-an dengan pola sederhana, namun berjalan konsisten.

“Pada 2002, dakwah dimulai dari halaqah kecil yang hanya diikuti satu hingga dua orang. Namun, antusiasme jamaah terus meningkat. Pengajian yang semula hanya digelar setiap Minggu kini berlangsung setiap hari, dari Senin hingga Ahad, tanpa jeda waktu untuk belajar agama,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini puluhan ribu PMI Indonesia aktif mengikuti kegiatan dakwah di Hong Kong. Diperkirakan sekitar 40.000 jamaah terlibat dalam berbagai majelis taklim, menjadikan komunitas dakwah Indonesia sebagai salah satu yang terbesar di antara komunitas lainnya.

SMART 171 Ambil Peran Kunci dalam Konsolidasi “Menembus Blokade Gaza”
SMART 171 menjadi salah satu peserta yang hadir saat forum Rembug Nasional melaksanakan konsolidasi terbaru untuk Menembus Blokade Gaza (MBG) di AQL Islamic Center Jakarta, Sabtu (28/3/2026). Rembug nasional ini menjadi wadah kolaborasi lintas lembaga di Indonesia.

Secara kelembagaan, dakwah di Hong Kong berada di bawah naungan Islamic Union yang berkolaborasi dengan berbagai komunitas. Pada 2009, dibentuk Persatuan Organisasi Sosial Masyarakat Indonesia di Hong Kong (POSMIH) sebagai wadah koordinasi berbagai organisasi kecil.

“POSMIH memiliki tiga tujuan utama, yakni mempererat hubungan antarorganisasi Muslim, membantu perkembangan organisasi kecil, serta mengoordinasikan kegiatan rutin melalui pertemuan bulanan,” ujar KH. Abdul Muhaemin Karim.

Hingga 2010, POSMIH telah menaungi sekitar 58 organisasi sehingga memudahkan pelaksanaan kegiatan besar, seperti salat Idulfitri dan Iduladha. Selain itu, terdapat Persatuan Dakwah Victoria Park (PDV) yang berdiri sejak 2003 sebagai pusat aktivitas dakwah di ruang publik. Organisasi ini juga memperoleh fasilitas tetap di Masjid Ammar Osman Ramju Sadick Islamic Centre, Wan Chai.

Organisasi lain yang turut berperan ialah Gabungan Muslim Indonesia (GAMMI), yang memiliki enam cabang majelis taklim dan rutin menggelar kegiatan di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), serta Ikatan Jamaah Haji Indonesia (IKJHI) yang berdiri pada 2011 untuk memfasilitasi persiapan ibadah haji dan umrah bagi PMI.

Cakupan dakwah juga meluas hingga Makau, meskipun jumlah warga Indonesia di wilayah tersebut relatif kecil. Namun, semangat dakwah tetap terjaga melalui dedikasi jamaah yang aktif membangun kesadaran keagamaan di tengah berbagai keterbatasan.

BSMI Aceh Tamiang Gelar Buka Puasa Bersama di Ponpes Tahfidz Al-Qisro
Melalui kegiatan Berbagi Paket Buka Puasa Ramadhan di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qisro, BSMI Aceh Tamiang berkomitmen terus menghadirkan program-program kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Khususnya bagi anak-anak yatim, santri, dan kaum dhuafa.

Aktivitas keseharian para PMI tidak hanya berfokus pada pekerjaan domestik, tetapi juga diwarnai kegiatan keagamaan yang intensif. Setiap hari mereka memperdalam ilmu agama melalui belajar, mengaji, kajian tafsir, praktik salat, pembacaan sholawat, serta berbagai bentuk ibadah lainnya. Rutinitas tersebut menjadi fondasi spiritual yang memperkuat identitas dan ketahanan diri mereka di perantauan.

Selain penguatan religiusitas, para PMI juga aktif meningkatkan keterampilan dan kapasitas diri. Berbagai pelatihan diikuti, mulai dari bahasa Inggris, komputer, menjahit, hingga kerajinan tangan (handcraft). Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi individu, tetapi juga menjadi bekal penting saat mereka kembali ke Indonesia.

Data hasil wawancara dengan Fajar Shofari Nugraha (2024) turut memperkaya gambaran kehidupan sosial-keagamaan diaspora Indonesia di Hong Kong. Ia menyebutkan, jumlah PMI di Hong Kong mencapai sekitar 155.000 orang, terdiri atas pekerja domestik (domestic helper) dan sekitar 20.000 pekerja profesional.

Menurutnya, sejak 2005 para PMI yang memiliki izin resmi mendapatkan pendampingan intensif, salah satunya melalui program Dompet Dhuafa yang aktif setiap hari. Pendampingan tersebut tidak hanya ditujukan bagi pekerja migran, tetapi juga menjangkau diaspora Indonesia secara lebih luas.

“Dompet Dhuafa menyediakan shelter gratis bagi PMI yang mengalami pemutusan kontrak, menunggu visa, atau menghadapi persoalan hukum. Mereka dapat tinggal tanpa batas waktu serta memperoleh fasilitas makan gratis. Ini menjadi salah satu bentuk pendampingan yang menyeluruh,” ungkapnya.

Enam Mahasiswa Palestina Penerima Beasiswa BSMI Lulus Sarjana Kedokteran di Sudan
BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia) menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada enam mahasiswa Palestina penerima Beasiswa BSMI telah berhasil menuntaskan pendidikan Sarjana Kedokteran (Bachelor of Medicine) di Sudan.

Ia juga menjelaskan bahwa pada hari Ahad, kegiatan dakwah dan sosial berlangsung lebih variatif dengan melibatkan anak-anak hingga pekerja profesional yang rutin mengikuti program bulanan. Selain itu, setiap Sabtu diadakan pengajian rutin sebagai bagian dari penguatan spiritual.

Keterbatasan fasilitas, seperti belum adanya masjid khusus Indonesia di Hong Kong, tidak menghambat aktivitas dakwah. Dompet Dhuafa bersama berbagai organisasi tetap aktif menyelenggarakan kegiatan keagamaan, termasuk program di Konsulat Jenderal Republik Indonesia yang dikelola secara profesional, memiliki izin resmi, dan diaudit oleh pemerintah Hong Kong.

Aktivitas dakwah juga menjangkau Makau. Setiap pekan kedua digelar program rutin, seperti shelter dan tarawih keliling, yang mampu menghimpun hingga 5.000 jamaah.

Pendekatan dakwah yang diterapkan bersifat aplikatif melalui konsep dakwah bil hal, seperti kunjungan ke penjara bagi PMI, penyelenggaraan Festival Muharram, hingga program dakwah on the road yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

“Pendekatan yang dilakukan bukan sekadar ceramah, tetapi melalui keteladanan. Para PMI menjadi agen dakwah yang menunjukkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini bahkan mampu menarik minat sebagian majikan untuk mengenal hingga memeluk Islam,” tambah KH. Abdul Muhaemin Karim.

Google News

Komentar Anda:

Anda telah berhasil berlangganan di Sabili.id
Selanjutnya, selesaikan pembayaran untuk akses penuh ke Sabili.id
Assalamu'alaikum! Anda telah berhasil masuk.
Anda gagal masuk. Coba lagi.
Alhamdulillah! Akun Anda telah diaktifkan sepenuhnya, kini Anda memiliki akses ke semua artikel.
Error! Stripe checkout failed.
Alhamdulillah! Your billing info is updated.
Error! Billing info update failed.