Serangan Zionis Israel menargetkan 60% unit pemukiman di Gaza

Serangan Zionis Israel menargetkan 60% unit pemukiman di Gaza
Pemandangan kehancuran setelah serangan bom Zionis Israel menghantam bangunan di Kamp Jabalia / Fadi Alwhidi (Anadolu Agency)

Kantor media pemerintah Hamas di Gaza pada Minggu, 19 November 2023, mengatakan, serangan Zionis Israel sejak 7 Oktober 2023 di daerah tersebut telah menargetkan 60 persen unit pemukiman. Seorang juru bicara mengatakan kepada wartawan bahwa 43.000 unit rumah telah hancur total akibat serangan Zionis Israel, sementara 225.000 unit rumah lainnya telah hancur sebagian.

Tidak hanya rumah. Hampir 100 gedung pemerintah hancur. Begitu pula 262 gedung sekolah. Delapan puluh tiga masjid pun termasuk di antaranya infrastruktur sipil yang dihancurkan oleh Zionis Israel, dan 166 di antaranya rusak. Tak luput, ada tiga gereja di perbatasan Gaza yang juga menjadi sasaran serangan Zionis.

Juru bicara tersebut juga melaporkan bahwa lebih dari 12.000 warga Palestina telah terbunuh, termasuk lebih dari 5.500 anak-anak dan 3.500 perempuan. Dan sedikitnya 30.000 lainnya terluka, dengan lebih dari 75 persen di antaranya adalah anak-anak dan perempuan. Sedangkan keterangan resmi Pemerintah Palestina melalui Kementerian Kesehatan mengatakan, korban tewas akibat serangan Israel sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 12.300 orang, yang di antaranya 5.000 orang anak-anak dan 3.300 perempuan. Selain itu, sebanyak 30.000 warga Gaza mengalami luka-luka.

Baca Juga : Strategi Zionis Israel Lakukan Genosida: Bikin Rakyat Palestina Mati Kelaparan

Karena tidak tersedianya alat berat, lebih dari 6.000 orang diyakini terkubur di bawah reruntuhan bangunan yang hancur oleh bom Zionis Israel, termasuk lebih dari 4.000 wanita dan anak-anak. Sebanyak 221 tenaga layanan kesehatan telah terbunuh. Begitu pula 22 pekerja pertahanan sipil dan 60 jurnalis yang terbunuh.

Juru bicara tersebut juga menyebutkan bahwa 25 rumah sakit dan 52 pusat kesehatan tidak dapat beroperasi. Sejumlah 55 ambulans menjadi sasaran, dan puluhan lainnya tidak dapat berfungsi karena kekurangan bahan bakar.

(Sumber: Middle East Monitor)

Google News

Komentar Anda:

Anda telah berhasil berlangganan di Sabili.id
Selanjutnya, selesaikan pembayaran untuk akses penuh ke Sabili.id
Assalamu'alaikum! Anda telah berhasil masuk.
Anda gagal masuk. Coba lagi.
Alhamdulillah! Akun Anda telah diaktifkan sepenuhnya, kini Anda memiliki akses ke semua artikel.
Error! Stripe checkout failed.
Alhamdulillah! Your billing info is updated.
Error! Billing info update failed.