Ramadhan Hampir Tiba, Momentum Umat untuk Berjihad Melalui Harta

Ramadhan Hampir Tiba, Momentum Umat untuk Berjihad Melalui Harta
Ramadhan Hampir Tiba, Momentum Umat untuk Berjihad Melalui Harta/foto:iStock

Sebentar lagi kita akan bertemu dengan bulan Ramadhan. Bulan diturunkannya Al Qur’an. Bulan dibukanya pintu-pintu rahmat. Dan bulan ketika pahala dilipatgandakan. Pertanyaannya, sejauh mana kesiapan kita dalam menyambut bulan suci ini? Jangan sampai Ramadhan datang, sementara kita memasukinya tanpa persiapan yang berarti.

Imam Abu Bakr Az-Zur‘i rahimahullah mengingatkan adanya perkara yang wajib diwaspadai. Salah satunya adalah:

اَلتَّهَاوُنُ بِالْأَمْرِ إِذَا حَضَرَ وَقْتُهُ

yaitu sikap meremehkan kewajiban ketika waktunya telah tiba, namun diri belum siap untuk menjalankannya.

Di dalam menyambut Ramadhan, ada beberapa bentuk persiapan yang perlu diperhatikan. Pertama, persiapan ruhiyah dengan membersihkan jiwa dari maksiat. Kedua, persiapan jasadiyah dengan menjaga kesehatan tubuh. Ketiga, persiapan ilmiyah/tsaqafiyah dengan menuntut dan mengkaji ilmu agama. Dan keempat, yang sering kali terlupakan, adalah persiapan maaliyah.

Maaliyah berasal dari kata māl yang berarti harta. Persiapan maaliyah berarti menata dan mengumpulkan harta sebagai bekal menyambut Ramadhan. Namun, mengumpulkan harta di sini bukan untuk bermegah-megahan, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman:

اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ

Bermegah-megahan dalam memperbanyak (harta dunia) telah melalaikan kamu.” (QS At-Takāṡur [102]:1).

Bukan pula untuk menimbun harta yang berdampak buruk bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman:

Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya banyak dari para rabi dan rahib benar-benar memakan harta manusia dengan batil serta memalingkan (manusia) dari jalan Allah. Orang-orang yang menyimpan emas dan perak, tetapi tidak menginfakkannya di jalan Allah, berikanlah kabar ‘gembira’ kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih.” (QS At-Taubah [9]:34).

Refleksi Krisis Kepemimpinan dalam Sejarah dan Keteladanan
Akar dari krisis kepemimpinan adalah hilangnya kompas moral dan spiritual. Pejabat publik terpisah dari etika, lalu menjadikan kekuasaan sebagai tujuan akhir. Kita terjebak memuja citra pemimpin, bukan substansinya. Sehingga, pencitraan politik menutupi kapasitas asli sang pemimpin.

Adapun tujuan persiapan harta adalah agar ia dapat disalurkan kepada mereka yang membutuhkan dan digunakan di jalan Allah. Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman:

Sesungguhnya orang-orang mukmin (yang sebenarnya) hanyalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang benar.” (QS Al-Ḥujurāt [49]:15).

Di dalam Al Qur’an, perintah berjihad dengan harta disebutkan berulang kali. Di antaranya dalam QS An-Nisā’ [4]:95; Al-Anfāl [8]:72; At-Taubah [9]:20, 41, 44, 81, 88; dan Ash-Ṣaff [61]:11. Jika diperhatikan, jihad dengan harta hampir selalu disebutkan lebih dahulu sebelum jihad dengan fisik. Hal ini menunjukkan betapa besar urgensi jihad harta dalam agama.

Bahkan dalam QS At-Taubah ayat 92, ketiadaan harta disebut sebagai sebab tidak terlaksananya jihad fisik.

Tidak (ada dosa) pula bagi orang-orang yang ketika datang kepadamu (Nabi Muhammad) agar engkau menyediakan kendaraan kepada mereka, lalu engkau berkata, ‘Aku tidak mendapatkan kendaraan untuk membawamu.’ Mereka pergi dengan bercucuran air mata karena sedih sebab tidak mendapatkan apa yang akan mereka infakkan (untuk ikut berperang).” (QS At-Taubah [9]:92).

Di dalam sebuah riwayat yang dijelaskan oleh Ibnu Jarir Ath-Thabari dari Ibnu ‘Abbas, disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ memerintahkan agar orang-orang mukmin bersiap untuk pergi berperang. Maka segolongan dari para sahabatnya yang bernama ‘Abdullah bin Saffal al-Muzani berkata, “Ya Rasulullah, sediakanlah untuk kami kendaraan (kami miskin tidak mempunyai kendaraan).

Rasulullah menjawab, “Demi Allah, aku tidak sanggup menyediakan kendaraan yang akan membawa saudara-saudara ke medan perang”. Maka turunlah ayat tersebut, lalu mereka semuanya menangis, karena tidak dapat ikut berperang.

Revolusi Harapan Indonesia Emas: Tinjauan Historiografi Al Qur’an
Bangsa Indonesia — terutama umat Islam, para elite pemimpinnya — masih punya harapan akan masa depan yang gemilang, dengan satu syarat, yaitu bertaubat. Beristigfar. Mengapa rezim Indonesia harus bertaubat?

Rasulullah ﷺ sendiri adalah teladan utama dalam kedermawanan. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ

Nabi ﷺ adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan.” (HR Al-Bukhari no. 1902 dan Muslim no. 2308).

Dan di hadits lain Rasulullah ﷺ bersabda:

أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ صَدَقَةٌ فِي رَمَضَانَ

Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan.” (HR Tirmidzi No. 663).

Seandainya kaum muslimin benar-benar meyakini bahwa setiap amal di bulan Ramadhan dilipatgandakan pahalanya, niscaya semangat berbagi akan tumbuh kuat. Tidak akan ada lagi berita tentang anak kecil di NTT yang mengakhiri hidupnya karena kemiskinan sehingga tidak mampu membeli buku dan pena. Tidak akan ada pula lansia yang terpaksa mengemis di jalanan. Sebab, umat yang memahami jihad harta adalah umat yang peka, peduli, dan tidak kikir dalam kebaikan.

Wahai kaum muslimin, mari kita sambut Ramadhan dengan persiapan yang utuh: Membersihkan hati, memperbanyak amal shalih, menjaga kesehatan, menuntut ilmu, dan membiasakan diri berjihad dengan harta. Semoga Ramadhan yang akan datang benar-benar kita jalani dengan kesiapan dan kesungguhan.

Wallahu A'lamu.

Google News

Komentar Anda:

Anda telah berhasil berlangganan di Sabili.id
Selanjutnya, selesaikan pembayaran untuk akses penuh ke Sabili.id
Assalamu'alaikum! Anda telah berhasil masuk.
Anda gagal masuk. Coba lagi.
Alhamdulillah! Akun Anda telah diaktifkan sepenuhnya, kini Anda memiliki akses ke semua artikel.
Error! Stripe checkout failed.
Alhamdulillah! Your billing info is updated.
Error! Billing info update failed.