Ratusan orang yang terdiri dari anggota masyarakat bersama tokoh nasional dan internasional berkumpul dalam perhelatan bertajuk "Ramadhan Menyatukan Kita, Indonesia dan Palestina Satu Hati" di Aula Serba Guna 2, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, 4 Maret 2026. Acara dibuka khidmat dengan kumandang lagu Indonesia Raya dan Lagu Kebangsaan Palestina.
Acara ini menegaskan bahwa isu Palestina bukan isu musiman, melainkan amanah agama dan bangsa yang harus dituntaskan hingga tercapainya kemerdekaan. Momen menyentuh terjadi saat sesi tasmi’ Qur’an, khususnya ketika hadirin menyaksikan video tentang seorang syaikh yang membaca Al Qur’an di tengah reruntuhan Gaza.
Komitmen MUI, Pemerintah RI, dan Segenap Masyarakat, untuk Palestina
Ketua MUI Pusat Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, dalam orasinya di kesempatan itu menegaskan, pembebasan Palestina adalah kewajiban syar’i. Ia pun menyatakan bahwa MUI akan senantiasa berdiri bersama kepentingan rakyat Palestina.
“MUI insya Allah secara terus menerus bersama perjuangan Palestina,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua MPR RI, Dr. Hidayat Nur Wahid (HNW), mengingatkan bahwa konstitusi Indonesia secara tegas menolak segala bentuk penjajahan. HNW juga memberikan peringatan agar publik tidak terdistraksi oleh pengalihan isu konflik regional lain yang dapat mengaburkan perhatian dunia terhadap kondisi di Gaza dan Masjidil Aqsa.

“MPR menegaskan bahwa apa yang tertera pada Pembukaan UUD 1945 tidak bisa diubah, dan hal itu menuntut kemerdekaan Palestina. Sikap Indonesia tetap sama: Mendukung Palestina dan menolak penjajahan,” kata HNW.
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri RI, Anis Matta, menjelaskan bahwa bergabungnya Indonesia ke dalam Board of Peace (BoP) adalah bagian dari strategi diplomasi untuk mencapai kemerdekaan di Gaza. “Kami terus berupaya mencari semua celah yang mungkin bisa kita lakukan untuk menghentikan genosida di Gaza,” tuturnya.
Seluruh yang hadir pun turut memberi dukungan penuh untuk Palestina. Di antaranya Luluk Nur Hamidah (DPP PKB), Dr. Ahed Abu Alatta (Direktur Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban/YPSP), Ust. Zulkifli Muhammad Ali, serta berbagai NGO, organisasi masyarakat, media, serta masyarakat umum, yang hadir meramaikan agenda solidaritas tersebut.
Gema dan Solidaritas Nyata untuk Palestina
Selain menampilkan orasi dari para tokoh publik, pesan tentang keteguhan rakyat Palestina itu pun ditampilkan melalui aksi teatrikal anak-anak Palestina, yang menggambarkan nestapa sekaligus harapan di tanah para nabi. Kehadiran Shafwat, seorang penyintas yang kehilangan kedua kakinya akibat kekejaman penjajah Israel, semakin mempertegas urgensi solidaritas kemanusiaan global.
Dukungan tidak hanya berhenti pada retorika. Aksi nyata melalui penggalangan dana pun berhasil mengumpulkan komitmen besar, di antaranya dari Tamsil Linrung sebesar 100 juta Rupiah dan Uzma Care senilai 250 juta Rupiah. Dana tersebut selanjutnya akan disalurkan untuk membantu meringankan beban rakyat Palestina hari ini. Acara lantas ditutup dengan doa bersama dan buka puasa, yang kian memperkuat ikatan persaudaraan di antara rakyat Indonesia dan Palestina yang tak terpisahkan oleh jarak.
Donasi untuk Palestina bisa Anda salurkan melalui Rekening Donasi Bank Mandiri 006-00-1206429-5 atas nama YAYASAN PERSAHABATAN DAN STUDI PERADABAN.
Jadilah bagian dari perjuangan Sabili
Bangun Indonesia dengan Literasi!
