Kisah Taubat Pemuda, Ramadhan, dan Janda Salihah

Kisah Taubat Pemuda, Ramadhan, dan Janda Salihah
Kisah Taubat Pemuda, Ramadhan, dan Janda Salihah/foto:istimewa

Suatu ketika, di sudut Kota Damaskus terdapat sebuah masjid bernama Jami’ at-Taubah. Di masjid itu, tinggal seorang syekh 'alim bernama Syekh Salim Al-Masuthi. ‎Di masjid tersebut juga tinggal seorang pemuda yang setiap hari menuntut ilmu kepada sang syekh.

Suatu waktu, sang pemuda dilanda kelaparan hebat. Sudah dua hari perutnya tidak terisi makanan, dan tak ada uang sepeser pun yang ia miliki. Memasuki hari ketiga, ia mulai berpikir bahwa mencuri sekadar untuk menghilangkan rasa lapar bukanlah perkara besar. 

Di masa itu, di Damaskus jarak antara satu rumah dengan rumah lainnya sangat berdekatan. Bahkan, seseorang dapat berpindah dari satu atap ke atap lainnya dengan mudah.

‎Ia pun mulai melompat dari satu atap rumah ke atap lainnya. Hingga akhirnya, ia mencium aroma masakan. Ia turun ke rumah itu dan langsung menuju dapur. Benar saja, di sana ia melihat terong yang sedang dimasak. Tanpa berpikir panjang, ia langsung mengambil terong itu dan memasukkan sebagian ke dalam mulutnya.

Ramadhan Hampir Tiba, Momentum Umat untuk Berjihad Melalui Harta
Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan. Namun, sejauh mana kesiapan kita dalam menyambut bulan suci Ramadhan? Jangan sampai Ramadhan datang, namun kita memasukinya tanpa persiapan yang berarti.

‎Namun seketika ia tersadar…

“A‘udzubillah… (aku berlindung kepada Allah) Pantaskah seorang muslim melakukan hal seperti ini? Memakan yang bukan haknya? Astaghfirullah...

‎Ia segera bertaubat. Langsung menghentikan perbuatannya dan mengembalikan makanan itu ke tempat semula karena takut kepada Allah. Lalu dengan perut yang masih lapar, ia kembali ke masjid. Di sana, ia melihat gurunya, Syekh Salim, sedang berbicara dengan seorang muslimah. Tak lama kemudian, sang syekh memanggilnya.

‎“Sini! Kamu sudah nikah atau belum?

‎“Belum, syekh,” jawab pemuda itu.

‎“Tetapi sudahkah ada rencana buat nikah?

‎Pemuda itu terdiam sejenak, lalu menjelaskan keadaan dirinya. Ia bahkan tidak memiliki uang untuk sekadar membeli roti. 

Sang syekh pun berkata, “Wanita ini ditinggal wafat oleh suaminya. Ia mewarisi rumah dan harta yang cukup, dan ingin menjaga dirinya dengan menikah.

Fathu Andalus: Jejak Kemenangan Islam di Bulan Ramadhan
Pembebasan Andalusia, atau dikenal sebagai Fathu Andalus, adalah peristiwa bersejarah yang terjadi di bulan Ramadhan tahun 92 Hijriah (711 Masehi). Dipimpin oleh panglima Muslim, Thariq bin Ziyad, ekspedisi ini menandai awal dari penyebaran Islam di Semenanjung Iberia

Keduanya setuju. Tanpa menunggu lama, Syekh Salim menikahkan pemuda tersebut dengan muslimah itu. ‎Setelah resmi menjadi pasangan suami-istri, pemuda itu bersama istrinya pergi ke rumah sang istri. 

Istrinya bertanya, ‎“Kamu mau makan?

Sang pemuda mengangguk (ia sangat senang karena sudah berhari-hari tidak makan). Istrinya lantas mengambil makanan dari dapur. Sambil membawa makanan itu, ia berkata heran, ‎“Lah, siapa yang menggigit terong ini?

‎Mendengar pertanyaan istrinya itu, pemuda tersebut menangis dan menceritakan apa yang telah terjadi. Tetapi ia sadar, Allah Swt membalas kejujurannya ketika ia menahan diri dari yang haram. Terong yang dulu haram, kini bisa ia makan secara halal, ditambah bonus dari Allah dengan menganugerahkan kepadanya seorang istri yang salihah.

‎Maka yakinlah akan firman Allah Swt, "Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga." (‎Aṭ-Ṭalāq [65]:2-3).

‎Mari kita jadikan Ramadhan ini sebagai ajang pertaubatan. Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan perbuatan-perbuatan yang haram. ‎Ingat sekali lagi sabda Nabi Muhammad ﷺ yang disebutkan oleh salah seorang sahabat,

‎إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

"Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti kepadamu dengan yang lebih baik.” (HR Ahmad 5: 363).

Wallahu a'lamu.

Google News

Komentar Anda:

Anda telah berhasil berlangganan di Sabili.id
Selanjutnya, selesaikan pembayaran untuk akses penuh ke Sabili.id
Assalamu'alaikum! Anda telah berhasil masuk.
Anda gagal masuk. Coba lagi.
Alhamdulillah! Akun Anda telah diaktifkan sepenuhnya, kini Anda memiliki akses ke semua artikel.
Error! Stripe checkout failed.
Alhamdulillah! Your billing info is updated.
Error! Billing info update failed.