Semua Artikel Menarik di Rubrik Kolom - Sabili.id (Page 2)
Artikel Terbaru
Kesenjangan Elite Agama dan Akar Rumput
Jagat diskursus publik Indonesia sempat diguncang polemik pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) kepada organisasi masyarakat (ormas) keagamaan melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 25 Tahun 2024.
Artikel Lainnya
Merenungi Buah Pikiran Syed Muhammad Naquib al-Attas (1931–2026)
Profesor Diraja Tan Sri Dr. Syed Muhammad Naquib al-Attas telah kembali ke rahmatullah, di Malaysia, Ahad (8/3/2026). Kabar wafatnya almarhum serupa guncangan intelektual bagi umat Islam, khususnya di Tanah Melayu.
Membaca Senjakala Lelah pada Malam Ramadhan
Mengritik mereka yang tak lagi meramaikan masjid setelah pertengahan Ramadhan tanpa memahami struktur sosial yang meremukkan tulang punggung, sama dengan kesombongan spiritual. Mungkin, ibadah terbaik kita di sisa Ramadhan yang terasa melesat ini adalah jeda sejenak.
Tabarruj-kah Outfit-mu, Guys?
Wanita kerap kali merawat, mempercantik, bahkan me-"remake" tubuhnya, untuk mendapatkan keindahan maksimal. Selanjutnya, ia tampakkan keindahannya ke khalayak untuk mendapatkan "like" dan validasi (pujian). Tetapi mengapa dalam pandangan Islam tindakan itu tercela?
Becermin Tutur Bahasa di Era Media Sosial
Pertengkaran sehari-hari di kolom komentar platform digital adalah manifestasi modern dari polemik akademik di sejarah linguistik. Tentang konflik antara Preskriptivisme dan Deskriptivisme. Di media sosial, dinamika perdebatan klasik ini lebih kompleks dan brutal.
Ramadhan Hampir Tiba, Momentum Umat untuk Berjihad Melalui Harta
Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan. Namun, sejauh mana kesiapan kita dalam menyambut bulan suci Ramadhan? Jangan sampai Ramadhan datang, namun kita memasukinya tanpa persiapan yang berarti.
Refleksi Krisis Kepemimpinan dalam Sejarah dan Keteladanan
Akar dari krisis kepemimpinan adalah hilangnya kompas moral dan spiritual. Pejabat publik terpisah dari etika, lalu menjadikan kekuasaan sebagai tujuan akhir. Kita terjebak memuja citra pemimpin, bukan substansinya. Sehingga, pencitraan politik menutupi kapasitas asli sang pemimpin.
BHR Pekerja Platform Minim Manfaat (Catatan Kritis Pelaksanaan Bantuan Hari Raya Bagi Ojol)
BHR seharusnya tidak dipandang sebagai hadiah sukarela dari perusahaan platform, melainkan sebagai hak dasar pekerja. Jika negara dan perusahaan aplikator ingin menjadikan program BHR sebagai instrumen perlindungan sosial, maka pembenahan harus dilakukan secara serius.